Assalamu'alaikum Warahmatuhllahi Wabarakatuh.
Manusia tidak akan pernah puas tentang perkara dunia dan akhirat yang datang kepadanya tanpa bukti yang nyata. Tapi, diantara manusia ada yang memilki pengetahuan tentang itu yang bisa disebut sebagai manusia pilihan yang tau tentang perkara-perkara itu yang sudah ditakdirkan oleh Sang Maha Pencipta. Mereka adalah para utusan-utusan Allah SWT, para Nabi dan Rasul yang datang kepada setiap kaum berturut-turut pada zaman yang telah ditentukan. Supaya para utusan-utusan itu menjadi saksi atas kaumnya sendiri. Tidak ada seorang manusiapun yang tidak diberitahukan tentang perkara-perkara itu kecuali orang-orang yang mendustakan para utusan-utusan yang datang kepadanya dan menyembunyikan serta menggantinya dengan perkara-perkara dusta karena tidak sesuai keinginannya tentang sebuah bukti-bukti yang nyata yang datang dari Allah SWT.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur'an), di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.” [QS.Al-Bayyinah:1-4]




