Bekal Dunia dan Bekal Akhirat


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Hidup di ibaratkan sebuah perjalanan panjang yang memakan banyak waktu dan tenaga untuk sampai ke tujuan. Setiap kali kita bersinggah untuk mendapatkan bekal di suatu tempat untuk perjalanan selanjutnya. Kita tidak boleh membawa banyak bekal yang sia-sia yang akan memberatkan perjalanan kita untuk sampai ketujuan. Banyak hal-hal yang indah dalam perjalanan kita tapi tidak terlalu bermanfaat untuk dibawa. Bekal diperjalanan hanya untuk saat diperjalanan berbeda dengan bekal saat kita sampai kepada tujuan.

Bekal dunia adalah seperti makanan dan air yang kita masukan kedalam tubuh. Semuanya akan kita keluarkan lalu berproses lagi untuk dipergunakan seperti daur ulang. Begitupun dengan harta seperti emas dan uang yang akan terus berpindah pemilik dari orang sebelumnya ke orang selanjutnya. Setiap yang harta yang kita punya dulunya telah digunakan oleh orang lain dan akan dimiliki secara bergiliran tidak akan pernah menjadi milik kita selama-lamanya. Setiap makanan, minuman, harta benda, kendaraan, jabatan, rumah dan perhiasan dunia lainnya akan terus berputar prosesnya untuk dimiliki siapa saja yang Allah kehendaki. Apakah bekal dunia yang utama disisi Allah SWT?

Cobaan dan Azab


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Tidak ada makhluk di dunia ini yang luput dari pengawasan Allah SWT. Tapi Allah memberikan kepada manusia dan jin kebebasan berkehendak untuk melakukan apapun yang mereka ingin lakukan. Ada sebagian dari mereka beriman dan sebagian yang lain ingkar kepada Allah SWT. Padahal sudah diberikan peringatan mana jalan yang lurus dan mana jalan yang sesat oleh beberapa utusan yang datang kepada mereka pada tiap-tiap zaman. Entah itu orang yang sholeh maupun orang yang jahat akan merasakan ujian-Nya, supaya mereka dapat melihat hasil ujiannya dan hukumannya, mana yang mendapat nilai terbaik dan mana yang mendapatkan nilai yang terburuk. Maka untuk itulah mereka di uji dan di azab di dunia.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya, Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira, bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami?. Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu."[QS.AL-Ankabuut:2-4]

Agama Islam Tidak Mengenal Perayaan Tahun Baru Masehi


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Siapa yang tidak mengenal Tahun Baru Masehi Tanggal 1 Januari? Hampir semua orang di belahan dunia manapun mengenal tahun baru masehi tersebut pada abad ini. Perayaan tahun baru masehi ini datang dari budaya kaum nashrani di timur dan barat. Perayaan ini pertama kali dirayakan oleh orang-orang romawi. Awal masuk tahun baru masehi ini adalah bulan januari. Kata januari berasal dari kata Januarius, diambil dari nama dewa Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka dua yang satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus adalah dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga disimpulkan dewa janus ini sebagai gerbang menuju tahun yang baru.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Hari kiamat tak bakal terjadi hingga umatku meniru generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, seperti Persi dan Romawi?” Nabi menjawab: “Manusia mana lagi selain mereka itu?”[HR. Bukhari no.7319]

Takdir Planet Bumi Diciptakan Untuk Dihuni Manusia


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Bumi adalah satu-satunya planet yang sudah ditentukan oleh Sang Pencipta yaitu Allah SWT kepada umat manusia. Banyak para ahli astronomi berlomba-lomba untuk menemukan planet lain yang mirip dengan bumi atau bisa dihuni manusia. Menurut para ahli planet mars bisa dihuni manusia jika disana ditemukan air. Sesungguhnya hanya Allah yang maha tahu segala ciptaannya, yang menciptakan 7 lapis langit yang salah satunya kita berada di langit paling bawah. Tidak baik kita sudah dipercayakan oleh Allah menjadi pemimpin di bumi tapi kita malah mencari planet lain selain bumi. Allah SWT sudah menentukan bumi untuk dihuni manusia dan sudah dipersiapkan segala sesuatunya dengan lengkap untuk berlangsungnya kehidupan manusia di bumi.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di Bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya”[QS Al Hadid:22]

Akhir Itu Lebih Baik Dari Permulaan


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Ketika seseorang hidup di dunia ini itu hanyalah permulaan perjalanan kehidupan seseorang untuk menuju kepada perjalanan kesudahan yang tiada akhir yaitu akhirat. Jadi bisa dibayangkan saat kita masuk sekolah dasar itu hanya permulaan untuk menuju sekolah tinggi yang menentukan kehidupan kita selanjutnya. Lebih baik bersusah-susah di awal dari pada bersusah-susah diakhir yang hanya menimbulkan kekecewaan karena kita tidak mungkin balik lagi kepada awal lagi. Itu sama saja rugi diakhir karena tidak bersungguh-sungguh diawal. Jangan harap kita tertawa dan bersenang-senang di awal karena siapa tau kita menangis-nangis dan menderita di akhir, barulah kita menyesali perjalanan di awal kita selama ini hanya sia-sia saat menuju perjuangan terakhir.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Demi waktu matahari terbit memancar, Tuhanmu tiada mengabaikan kamu dan tiada (pula) membenci, dan tentulah hasil (Akhirat) lebih baik untukmu daripada permulaan (dunia). Dan kelak Tuhanmu pasti menggembirakan kamu, hingga kamu berbahagia. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kebingungan, lalu Dia membimbingmu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia menjadikanmu kaya. Oleh karena itu, terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.. Dan terhadap pengemis, janganlah kamu berlaku kasar. Dan terhadap kebaikan Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya."[QS.Adh Dhuha:1-11]

Janganlah kita sia-siakan permulaan kita di dunia ini untuk hal-hal yang tidak menghasilkan nantinya di akhir yang kita akan kekal bersamanya yaitu akhirat. Tingkatkan ibadah kita terutama sholat lima waktu yang harus kita jaga karna itu sebagai modal yang banyak pahalanya saat yang lain kebayakan melalaikan/meninggalkan untuk dunia yang mereka kejar yang hasilnya pekerjaan dunia itu hanya mengantarkan sampai di liang kuburnya. Selagi kita masih dipermulaan kita masih bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan kita sebelumnya. Sesunggunya Allah SWT yang membuat permulaan itu agar manusia mengisinya dengan ibadah dan kebaikan

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. [QS.Al-Anfal:29]

Cukup hanya Allah SWT yang menjadi saksi dari ibadah dan kebaikan yang kita kejakan. Tinggalkan perbuatan dosa dan keburukan yang masih kita tinggalkan selama masih di permulaan ini. Hanya punya Allah SWT yang awal dan yang akhir dan semuanya akan kembali kepadanya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Dialah Allah, Al-Awwal (Yang Pertama) dan Al-Akhir (Yang Akhir), Azh-Zhahir (Yang paling atas) dan Al-Bathin (Yang paling bathin). Dan Dia 'Aliim (Maha mengetahui) terhadap segala sesuatu. [QS.Al-Hadid:3]


Lihatlah diri kita yang sebelumnya dan diri kita hari ini. Apakah kita lebih banyak melakukan kebaikan atau malah kita terus melakukan keburukan tanpa kita memperbaikinya?. Berbuat baiklah yang banyak kepada siapa saja tanpa mengharapkan kebaikan kembali. Tidak usah khawatir kita akan kehilangan segalanya di dunia ini karena bila kita mengharapkan apa yang ada di sisi Allah SWT maka kita akan mendapatkan segalanya yang lebih dari dunia ini yang hanya satu tetes yang jatuh kelaut.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.


Pantai Sawarna Yang Tak Boleh Terlewatkan


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Ada sebuah pepatah mengatakan; laut tidak akan pernah meninggalkan pantai. Salah satu nikmat alam yang luar biasa dari Allah SWT yang mencipatakan segala sesuatunya dengan berpasang-pasangan dan secara seimbang antara ciptaan yang satu dengan ciptaan yang lainnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah."[QS.Al-Mulk:3-4]

Laba dan Riba


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.


Banyak orang tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan keuntungan yang halal dan keuntungan haram. Mungkin sebagian orang ada yang sudah mengetahuinya tapi mereka tidak mengetahui azab yang akan diterimanya atau mungkin mereka mengabaikannya untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat demi untuk mengejar dunia atau tuntutan pekerjaan.


Contoh perbuatan riba; ketika kita hendak membeli sebuah barang dengan harga 50 juta lalu kita menjual kepada orang itu dengan harga 72 juta dengan begitu kita untung 22 juta. Tapi orang yang membeli ingin menyicilnya selama 1 tahun = 12 x cicilan dengan bunga 1% perbulan. Seharusnya pembeli membayar 6 juta perbulan menjadi 6,1 juta perbulan. Jadi labanya adalah 22 juta dan riba yang dimaksud dalam hal ini adalah bunga 1%=100 ribu per bulan menjadi 73,2 juta labanya. Belum lagi ada denda apabila telat bayar itu termasuk riba.

Tidak Ada Manfaat Meniru Hal Buruk


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.


Kebayakan dari kita meniru orang lain agar kita bisa menjadi seperti orang itu. Kita meniru sesuatu karena semua orang menirunya, padahal kita tidak tau apa dampak dari kita meniru tanpa didasari iman kepada Allah Azza Wazala. Ada beberapa orang bersaing untuk mengetahui siapa yang paling populer dikalangan manusia atau ingin dilihat dan diakui semua orang tentang keberadaannya dibandingkan orang lain. Mereka rela mengorbankan dan menghabiskan hartanya, waktunya, kesehatannya, bahkan orang lain bisa ikut menjadi korban. Dengan begitu mereka merasa bangga dengan apa yang dilakukannya, hanya demi kepuasan saja yang mendatangkan kerugian buat diri sendiri dan orang lain


Perkara lainya adalah makan-makan yang mewah yang menunjukan status derajat yang lebih tinggi diantara yang lainnya tanpa memikirkan saudara-saudaranya, tetangga-tetangganya, dan orang-orang yang kelaparan. Mereka telah berlebih-lebihan dalam bergaya hidup, padahal Allah SWT tidak meyukai orang yang melampaui batas. Mereka lupa akan suatu masa dimana semua perbuatan-perbuatan kita akan di hisab untuk dimintai pertanggung jawaban tanpa meninggalkan satu titikpun. Padahal mereka tidak disuruh kecuali untuk menyembah Allah SWT, mentaati perintahnya dan menjauhi larangannya serta menahan hawa nafsunya, maka syurga tempat tinggalnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin), dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”.[QS.Al-An`aam:141]

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.[QS.Al-A’raaf:31]

’’Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. [QS.Muhammad:36]


Pada zaman yang semua masa peradaban manusia berada pada puncaknya saat ini. Seharusnya kita memiliki pemikiran dan akhlak yang lebih baik dari masa-masa peradaban manusia sebelumnya. Bukannya malah kembali mengulang kembali kesalahan-kesalahan yang diperbuat pada masa lalu yang sebagai dari mereka telah binasa akibat perbuatan-perbuatan mereka yang melampaui batas.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”[QS. Al Maa’idah:77]

“Dan berapa banyaknya umat-umat yang Telah kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, Maka mereka (yang Telah dibinasakan itu) Telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.”[QS.Qaaf:36-37]

"Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)". [Al A'raf/7:64]


Janganlah kita tertipu pada tipu daya setan serta hawa nafsu yang tidak baik. Seperti halnya pada anak remaja zaman sekarang, menganggap pacaran adalah hal yang wajar. Lalu orang yang tidak memiliki pacar direndahkan sebagai julukan “Jones” atau “Tidak laku”. Padahal sesuatu hal pacaran itu adalah mendekati zina yaitu dosa besar. Mendekatinya saja tidak boleh apalagi melakukannya? Kebanyakan remaja sekarang lebih memilih mengikuti budaya barat yang tidak mengenal ajaran Agama Islam sejak mereka lahir. Bersentuhan dengan lawan jenis sudah hal yang biasa pada zaman sekarang. Tidaklah pantas seorang muslim sejak lahir memperkarakan hal pacaran itu sebagai sesuatu yang ringan padahal itu sesuatu yang berat disisi Allah SWT. 


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”[QS.Al-Israa’:32]

“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.”[QS.An-nur:15]

“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”[QS.Al-A’raaf:96]


Dalam Islam hanya diperbolehkan Ta’aruf atau pengenalan. Bila seorang Laki-laki dan perempuan sudah merasa cocok sama pasangannya, lalu sudah balig dan sudah siap lahir dan batin maka segeralah menikah untuk menghindari fitnah. Itulah adalah lebih baik dari pada hanya bermain-main dalam suatu hubungan yang tidak jelas mau dibawa kemana seperti halnya pacaran yang menimbulkan kerugian antara pasangan.

Banyak kerugian ketika hanya mengikuti hawa nafsu saja. Ketika akal dan hati nurani tidak bisa lagi mengendalikan hawa nafsu maka setiap perbuatan yang salah ataupun dosa-dosa kecil dan besar sekalipun dianggap biasa aja. Nauzubilah. Justru tekanan hidup lebih berat karna memikirkan hal-hal dan kata-kata orang lain yang tidak baik. Orang-orang pintar butuh ilmu untuk dunia dan orang-orang yang beriman butuh ilmu untuk akhirat. Lebih baik kita menahan diri dari hawa nafsu yang sementara didunia dari pada kita menahan siksa selama-lamanya diakhirat.


Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Toleransi Umat Islam Terhadap Agama Non-Islam


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Suatu agama pasti memiliki acara keagaamaan yang dianggap penting bagi suatu ajaran agama. Ada juga perayaan-perayaan keagamaan untuk maksud dan tujuan tertentu. Perlu diketahui bahwa suatu agama memiliki batas-batas tertentu untuk keikutsertaan dalam acara atau perayaan agama lain. Tidak ada agama yang membolehkan umatnya mempercayai dan mengikuti ajaran agama lain karna itu dapat merusak keimanan seseorang terhadap agamanya sendiri. Terlebih lagi mengikuti setiap acara atau perayaan keagamaan lain, itu berarti mengakui agama yang lain itu sama dengan agamanya sendiri, maka orang tersebut sudah berkeyakinan lebih dari satu agama.