Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Urusan Ibadah Pandangan Ke Atas


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [QS.Adz-Dzaariyaat:56-58].


Ibadah dalam Agama Islam adalah melakukan segala sesuatu karna mengharapkan ridho Allah SWT untuk mendapatkan keuntungan yaitu pahala yang akan dibawa ke alam akhirat. Tidak benar bila seseorang melakukan ibadah digunakan untuk mencari keuntungan dunia. Apalagi sebagian dari orang-orang Islam yang mengerti ilmu Agama justru berharap uang dari ilmu Agama yang diberikan serta dalam pelaksanaan dakwah/menyiarkan Agama Islam. Sungguh sangat berdosa apabila ilmu Agama Islam di komersilkan untuk mencari keuntungan dan menambah hartanya dari menjual Ilmu Agama untuk materil dunia. Nauzubilah.


Pentingnya Sebuah Nama


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Nama itu adalah do'a dan harapan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Mungkin orang tua memberikan nama kepada anaknya berharap nanti anaknya menjadi penghafal qur'an, ulama, pengusaha, dokter, proofesor, insinyur, guru, dan kebanggaan hebat lainnya. Setiap waktu orang tua menginginkan supaya anaknya menjadi anak yang taat beribadah, berbakti kepada orang tua, sukses dan berguna bagi masyarakat. Maka dari itu nama itu adalah anugerah terindah setelah kasih sayang orang tua.

Tapi kebanyakan orang memanggil seseorang dengan nama sebutan, nama panggilan, nama tongkrongan, nama populer, nama julukan, nama merendakan, bahkan nama binatang sekalipun kepada saudaranya, temannya, dan sahabatnya. Padahal itu suatu penghinaan terhadap orang tuanya yang sudah memberikan nama yang didalamnya ada do'a bagi anaknya. Mungkin bagi kita biasa saja memenggil dengan nama itu dan beberapa orang yang kita panggil juga biasa saja. Tapi ada orang diberikan nama bagus malah kita panggil dengan panggilan yang jelek yang membuat orang itu merasa terganggu, merasa rendah dirinya, merasa sedih, bahkan sakit hatinya atas panggilan nama yang kita berikan kepadanya.

Tidak Ada Alasan Meninggalkan Sholat Wajib


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Kewajiban paling utama seorang muslim dalam kitab suci Al-Qur'an adalah Ibadah Sholat 5 waktu, Isya, Subuh, Dzuhur, Ashar, dan Magrib. Masing-masing sudah ditentukan waktunya dengan melihat pergerakan siang dan malam. Apabila urusan Ibadah Sholat 5 waktu yang kita jalani dengan sempurna maka urusan yang lain pun dapat terselesaikan dengan baik. Entah itu urusan dunia ataupun kelak nanti urusan akhirat. Prakteknya pun harus ikhlas hanya karna Allah SWT. Barulah kita berusaha dengan apa yang kita usahakan di dunia ini setelah mengutamakan Ibadah Sholat 5 waktu.

Ibadah sholat merupakan cara kita mendekatkan diri dan senantiasa mengingat Allah SWT disetiap waktu kita dalam keadaan susah maupun senang. Ibadah Sholat juga merupakan kebutuhan jasmani dan rohani karna manfaat bagi tubuh kita serta meningkatkan keimanan dalam hati kita kepada Allah SWT. Sehingga kita tidak pernah takut dalam keadaan apapun atau kepada siapapun kecuali kepada pencipta-Nya yaitu Allah SWT. Jangan kita tinggalkan Ibadah Sholat dalam keadaan susah dan sulit sekalipun seperti dalam perjalanan, di saat kebanjiran, dalam masalah sesulit apapun, ketika kita ketiduran lalu kita bangun langsung Sholat dan mengqodho Sholat yang ketinggalan atau apapun itu karna pahala yang kita dapatkan akan jauh lebih banyak dari pada dalam keadaan biasanya.

Menjadi Manusia Adalah Pilihan Kita


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Semua ciptaan-Nya bisa hidup dan berbicara jika Dia mengijinkan-Nya. Entah itu matahari, bulan, bintang, tumbuhan, hewan, apapun ciptaan-Nya. Sekalipun buatan manusia seperti meja, kursi, patung, rumah, apapun itu bentuk benda mati jika Allah berkehendak maka dia bisa hidup dan berbicara atas kuasanya. Berhati-hatilah apabila kita merusak ciptaan-Nya, tidak merawatnya, tidak berlaku adil, dan sombong dengan apa yang kita punya karena tanpa alam ini kita tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Sebagian dari mereka bisa menjadi saksi atas apa yang diperbuat oleh manusia. Subhanallah.

Semua ciptaan-Nya yang hidup atau tak hidup telah bersaksi bahwa "Tiada Tuhan Selain Allah" tapi Allah SWT tidak menguji mereka kecuali Jin dan Manusia. Mereka diberikan amanah oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya dan mereka sanggup memenuhi kewajiban itu tapi mereka tidak di uji seperti Jin dan Manusia. Mereka tidak mau di uji karena mereka tau setiap ujian memiliki kesulitan dalam menjalaninya. Apabila kita mendapat nilai terbaik maka kita akan berhasil lalu mendapat hadiah yaitu surga. Sebaliknya jika mendapat nilai buruk maka kita akan gagal lalu kita mendapat hukuman yaitu neraka, Nauzubilah.

Nikmat Terbesar Adalah Iman dan Islam


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Nikmat-nikmat di dunia ini adalah sebagian kecil dari nikmat surga. Tapi bedanya bersifat sementara, seperti 1 atau 2 tetes air yang jatuh kedalam tanah yang perlahan mengering. Bagi kebanyakan orang, nikmat yang berharga adalah harta, makanan, minuman, cinta, kasih sayang, ketampanan, kecantikan, kesehatan dan semua kenikmatan dunia yang bersifat umum. Oleh karna itu, kebanyakan orang memandang nikmat Iman dan Islam hanyalah nikmat yang paling kecil dari semua nikmat yang ada. Padahal apabila kita memahaminya di sisa umur kita, maka kita akan bersyukur sebanyak-banyanya, karena Allah SWT telah memberikannya tanpa kita meminta kepada-NYA.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”[QS.Al-Maa'idah:3]

Cinta Datang Karena Terbiasa


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Cinta diberikan untuk mengasihi sesama. Karena sering melakukan suatu hal bersama dengan seseorang membuat kita terbiasa sehingga menimbulkan cinta. Pada dasarnya cinta itu memberi bukan menerima balasan dari yang kita berikan kepada sesuatu hal. Bisa juga dengan benda-benda yang kita punya. Apabila kita kehilangan seuatu hal yang kita cintai maka kegundahan hati yang tertinggal di dalam hati. Seperti hal orang tua cinta kepada anaknya tanpa mengharapkan akan balasan cinta dari anaknya. Memberikan kasih sayang, kenyamanan, kepercayaan, pengorbanan, pengabdian, ketulusan memberi, kebahagian, sebagai bentuk dari cinta. Tapi apakah kita mencintai Allah SWT dan Rasulnya?

Cinta bukan berarti hanya diberikan kepada sang pujaan hati tapi dalam arti yang lebih luas yaitu mencintai karena Allah SWT dan Rasulnya. Memang sulit mencintai kalau tidak suka dengan hal itu dan tidak terbiasa akan suatu hal. Kebanyakan orang mencintai karena dari penampilan atau dari hal yang nampak apapun yang kita sukai terkadang menimbulkan cinta. Jika ada yang tidak sejalan dengan apa yang kita mau terhadap orang yang kita cintai, maka cintapun hilang seketika.

Hidayah Tumbuh Perlahan Dalam Hati



Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Semua makhluk hidup berawal dari satu inti sel. Kemudian sel-sel itu berkembang biak menjadi banyak menjadi suatu yang makhluk yang lain. Pada tanaman dimulai dengan bibit yang disebar di tanah lapang lalu tertanam di tanah kemudian mulai tumbuh akar, batang, dan daun. Tanaman itu akan tumbuh perlahan-lahan menjadi lebih besar lalu berbunga dan berbuah. Perawatan yang baik akan membawanya tumbuh menjadi tanaman yang indah dan berguna.

Begitupun dengan manusia mendapat hidayah. Hidayah datang tidak begitu saja kepada manusia. Ada yang melalui proses cepat dan lambat. Bagaimana kita seorang muslim dalam berdakwah hanya menyebar bibit-bibit hidayah tapi kita tidak bisa menjamin bibit itu akan tumbuh dan berkembang. Tapi ketika seseorang ingin mencari petunjuk akan kehidupan ini dan kemana kita di kehidupan selanjutnya pasti bibit-bibit hidayah itu tumbuh perlahan dengan kuasa Allah SWT. Semuanya tergantung pada Allah SWT.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam) tidak dapat memberikan hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberikan petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Dia yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang mau menerima petunjuk”[QS.Al-Qashash:56]

Tidak Ada Tempat Bersembunyi



Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.


Tidak ada satu pun tempat di alam dunia yang luput dari pengawasan Allah SWT. Dialah sang pencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Dia tidak membutuhkan bantuan untuk menciptakan segala sesuatu cukup dengan kalimat "jadi, maka jadilah". Pengawasa-Nya tidak terbatas tidak seperti makhluk ciptaannya ataupun alat ciptaan manusia. Didalam dasar laut paling dalam ataupun didalam tanah paling dasar walaupun tempat itu bertindih-tindih saling menutupi tetap Allah SWT Maha Melihat dan senantiasa memberikan karunia-Nya dimanapun makhluknya berada.

Semua ciptaan-Nya berada dalam pengawasan-Nya setiap saat. Begitupun setiap rizki makhluknya telah ditentukan ketetapannya masing-masing. Bila kita semakin dekat dengan-Nya, lalu sebagian rizki kita di amalkan secara cukup, maka rizki itu ditambah berlipat ganda. Tidak ada makhluk di dunia ini merasa kelaparan kecuali orang-orang yang berkecukupan dan pemerintah negara membiarkan mereka kelaparan. Mereka di beri tanggung jawab menjalankan perintah Allah SWT untuk berlaku adil, tapi mereka tenggelam dengan kemewahan dan berlomba-lomba menambah hartanya. Maka diakhirat kelak mereka tidak mendapat balasan kecuali balasan siksa neraka.

Yang Tidak Terlihat Bukan Berarti Tidak Ada


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Mahkluk ciptaan-Nya yang sempurna adalah manusia. Dengan datangnya malam setelah siang menjadi pertanda waktu yang kita miliki terus berkurang setiap harinya. Bagaimana semua yang ada di dunia ini ditundukan kepada manusia untuk digunakan dan yang lainnya untuk dimakan. Kita lahir dalam keadaan lemah dan menjelang maut juga dalam keadaan lemah. Bagi orang-orang yang dipanjangkan umurnya lebih dari 60 tahun atau kakek dan nenek kita, semua yang ada pada tubuhnya mulai melemah seperti dikembalikan ke awal kita lahir kedunia dalam keadaan lemah pula. Tidak bermanfaat umur panjang itu kecuali bertasbih siang dan malam dalam mengingat Allah SWT. Lihat bagaimana semua ada di di dunia ini ditundukan seperti halnya matahari dan bulan serta planet lainnya dalam orbitnya masing-masing. Apakah tidak ada yang mengaturnya? Kebayakan orang-orang tidak memikirkan tanda-tanda itu.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan."[QS.Al-Baqarah:164]

Bekal Dunia dan Bekal Akhirat


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Hidup di ibaratkan sebuah perjalanan panjang yang memakan banyak waktu dan tenaga untuk sampai ke tujuan. Setiap kali kita bersinggah untuk mendapatkan bekal di suatu tempat untuk perjalanan selanjutnya. Kita tidak boleh membawa banyak bekal yang sia-sia yang akan memberatkan perjalanan kita untuk sampai ketujuan. Banyak hal-hal yang indah dalam perjalanan kita tapi tidak terlalu bermanfaat untuk dibawa. Bekal diperjalanan hanya untuk saat diperjalanan berbeda dengan bekal saat kita sampai kepada tujuan.

Bekal dunia adalah seperti makanan dan air yang kita masukan kedalam tubuh. Semuanya akan kita keluarkan lalu berproses lagi untuk dipergunakan seperti daur ulang. Begitupun dengan harta seperti emas dan uang yang akan terus berpindah pemilik dari orang sebelumnya ke orang selanjutnya. Setiap yang harta yang kita punya dulunya telah digunakan oleh orang lain dan akan dimiliki secara bergiliran tidak akan pernah menjadi milik kita selama-lamanya. Setiap makanan, minuman, harta benda, kendaraan, jabatan, rumah dan perhiasan dunia lainnya akan terus berputar prosesnya untuk dimiliki siapa saja yang Allah kehendaki. Apakah bekal dunia yang utama disisi Allah SWT?

Cobaan dan Azab


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Tidak ada makhluk di dunia ini yang luput dari pengawasan Allah SWT. Tapi Allah memberikan kepada manusia dan jin kebebasan berkehendak untuk melakukan apapun yang mereka ingin lakukan. Ada sebagian dari mereka beriman dan sebagian yang lain ingkar kepada Allah SWT. Padahal sudah diberikan peringatan mana jalan yang lurus dan mana jalan yang sesat oleh beberapa utusan yang datang kepada mereka pada tiap-tiap zaman. Entah itu orang yang sholeh maupun orang yang jahat akan merasakan ujian-Nya, supaya mereka dapat melihat hasil ujiannya dan hukumannya, mana yang mendapat nilai terbaik dan mana yang mendapatkan nilai yang terburuk. Maka untuk itulah mereka di uji dan di azab di dunia.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya, Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira, bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami?. Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu."[QS.AL-Ankabuut:2-4]

Akhir Itu Lebih Baik Dari Permulaan


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Ketika seseorang hidup di dunia ini itu hanyalah permulaan perjalanan kehidupan seseorang untuk menuju kepada perjalanan kesudahan yang tiada akhir yaitu akhirat. Jadi bisa dibayangkan saat kita masuk sekolah dasar itu hanya permulaan untuk menuju sekolah tinggi yang menentukan kehidupan kita selanjutnya. Lebih baik bersusah-susah di awal dari pada bersusah-susah diakhir yang hanya menimbulkan kekecewaan karena kita tidak mungkin balik lagi kepada awal lagi. Itu sama saja rugi diakhir karena tidak bersungguh-sungguh diawal. Jangan harap kita tertawa dan bersenang-senang di awal karena siapa tau kita menangis-nangis dan menderita di akhir, barulah kita menyesali perjalanan di awal kita selama ini hanya sia-sia saat menuju perjuangan terakhir.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Demi waktu matahari terbit memancar, Tuhanmu tiada mengabaikan kamu dan tiada (pula) membenci, dan tentulah hasil (Akhirat) lebih baik untukmu daripada permulaan (dunia). Dan kelak Tuhanmu pasti menggembirakan kamu, hingga kamu berbahagia. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kebingungan, lalu Dia membimbingmu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia menjadikanmu kaya. Oleh karena itu, terhadap anak yatim, janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.. Dan terhadap pengemis, janganlah kamu berlaku kasar. Dan terhadap kebaikan Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya."[QS.Adh Dhuha:1-11]

Janganlah kita sia-siakan permulaan kita di dunia ini untuk hal-hal yang tidak menghasilkan nantinya di akhir yang kita akan kekal bersamanya yaitu akhirat. Tingkatkan ibadah kita terutama sholat lima waktu yang harus kita jaga karna itu sebagai modal yang banyak pahalanya saat yang lain kebayakan melalaikan/meninggalkan untuk dunia yang mereka kejar yang hasilnya pekerjaan dunia itu hanya mengantarkan sampai di liang kuburnya. Selagi kita masih dipermulaan kita masih bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan kita sebelumnya. Sesunggunya Allah SWT yang membuat permulaan itu agar manusia mengisinya dengan ibadah dan kebaikan

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. [QS.Al-Anfal:29]

Cukup hanya Allah SWT yang menjadi saksi dari ibadah dan kebaikan yang kita kejakan. Tinggalkan perbuatan dosa dan keburukan yang masih kita tinggalkan selama masih di permulaan ini. Hanya punya Allah SWT yang awal dan yang akhir dan semuanya akan kembali kepadanya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Dialah Allah, Al-Awwal (Yang Pertama) dan Al-Akhir (Yang Akhir), Azh-Zhahir (Yang paling atas) dan Al-Bathin (Yang paling bathin). Dan Dia 'Aliim (Maha mengetahui) terhadap segala sesuatu. [QS.Al-Hadid:3]


Lihatlah diri kita yang sebelumnya dan diri kita hari ini. Apakah kita lebih banyak melakukan kebaikan atau malah kita terus melakukan keburukan tanpa kita memperbaikinya?. Berbuat baiklah yang banyak kepada siapa saja tanpa mengharapkan kebaikan kembali. Tidak usah khawatir kita akan kehilangan segalanya di dunia ini karena bila kita mengharapkan apa yang ada di sisi Allah SWT maka kita akan mendapatkan segalanya yang lebih dari dunia ini yang hanya satu tetes yang jatuh kelaut.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.


Tidak Ada Manfaat Meniru Hal Buruk


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.


Kebayakan dari kita meniru orang lain agar kita bisa menjadi seperti orang itu. Kita meniru sesuatu karena semua orang menirunya, padahal kita tidak tau apa dampak dari kita meniru tanpa didasari iman kepada Allah Azza Wazala. Ada beberapa orang bersaing untuk mengetahui siapa yang paling populer dikalangan manusia atau ingin dilihat dan diakui semua orang tentang keberadaannya dibandingkan orang lain. Mereka rela mengorbankan dan menghabiskan hartanya, waktunya, kesehatannya, bahkan orang lain bisa ikut menjadi korban. Dengan begitu mereka merasa bangga dengan apa yang dilakukannya, hanya demi kepuasan saja yang mendatangkan kerugian buat diri sendiri dan orang lain


Perkara lainya adalah makan-makan yang mewah yang menunjukan status derajat yang lebih tinggi diantara yang lainnya tanpa memikirkan saudara-saudaranya, tetangga-tetangganya, dan orang-orang yang kelaparan. Mereka telah berlebih-lebihan dalam bergaya hidup, padahal Allah SWT tidak meyukai orang yang melampaui batas. Mereka lupa akan suatu masa dimana semua perbuatan-perbuatan kita akan di hisab untuk dimintai pertanggung jawaban tanpa meninggalkan satu titikpun. Padahal mereka tidak disuruh kecuali untuk menyembah Allah SWT, mentaati perintahnya dan menjauhi larangannya serta menahan hawa nafsunya, maka syurga tempat tinggalnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin), dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”.[QS.Al-An`aam:141]

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.[QS.Al-A’raaf:31]

’’Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. [QS.Muhammad:36]


Pada zaman yang semua masa peradaban manusia berada pada puncaknya saat ini. Seharusnya kita memiliki pemikiran dan akhlak yang lebih baik dari masa-masa peradaban manusia sebelumnya. Bukannya malah kembali mengulang kembali kesalahan-kesalahan yang diperbuat pada masa lalu yang sebagai dari mereka telah binasa akibat perbuatan-perbuatan mereka yang melampaui batas.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”[QS. Al Maa’idah:77]

“Dan berapa banyaknya umat-umat yang Telah kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, Maka mereka (yang Telah dibinasakan itu) Telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.”[QS.Qaaf:36-37]

"Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)". [Al A'raf/7:64]


Janganlah kita tertipu pada tipu daya setan serta hawa nafsu yang tidak baik. Seperti halnya pada anak remaja zaman sekarang, menganggap pacaran adalah hal yang wajar. Lalu orang yang tidak memiliki pacar direndahkan sebagai julukan “Jones” atau “Tidak laku”. Padahal sesuatu hal pacaran itu adalah mendekati zina yaitu dosa besar. Mendekatinya saja tidak boleh apalagi melakukannya? Kebanyakan remaja sekarang lebih memilih mengikuti budaya barat yang tidak mengenal ajaran Agama Islam sejak mereka lahir. Bersentuhan dengan lawan jenis sudah hal yang biasa pada zaman sekarang. Tidaklah pantas seorang muslim sejak lahir memperkarakan hal pacaran itu sebagai sesuatu yang ringan padahal itu sesuatu yang berat disisi Allah SWT. 


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”[QS.Al-Israa’:32]

“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.”[QS.An-nur:15]

“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”[QS.Al-A’raaf:96]


Dalam Islam hanya diperbolehkan Ta’aruf atau pengenalan. Bila seorang Laki-laki dan perempuan sudah merasa cocok sama pasangannya, lalu sudah balig dan sudah siap lahir dan batin maka segeralah menikah untuk menghindari fitnah. Itulah adalah lebih baik dari pada hanya bermain-main dalam suatu hubungan yang tidak jelas mau dibawa kemana seperti halnya pacaran yang menimbulkan kerugian antara pasangan.

Banyak kerugian ketika hanya mengikuti hawa nafsu saja. Ketika akal dan hati nurani tidak bisa lagi mengendalikan hawa nafsu maka setiap perbuatan yang salah ataupun dosa-dosa kecil dan besar sekalipun dianggap biasa aja. Nauzubilah. Justru tekanan hidup lebih berat karna memikirkan hal-hal dan kata-kata orang lain yang tidak baik. Orang-orang pintar butuh ilmu untuk dunia dan orang-orang yang beriman butuh ilmu untuk akhirat. Lebih baik kita menahan diri dari hawa nafsu yang sementara didunia dari pada kita menahan siksa selama-lamanya diakhirat.


Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Perniagaan Yang Berlipat Ganda


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Menurut sebagian orang perniagaan pasti ada yang merugi seperti jual beli. Rela kelelahan bekerja dari pagi sampai malam demi keuntungan dunia saja. Banyak dari mereka merugi, bangkrut, banyak utang, akibat perniagaan mereka. Dampaknya bagi sebagian yang lain tidak mempedulikan yang halal dan haram serta berlaku curang yang tepenting mendapat keuntungan yang besar didunia. Mereka terus berlomba-lomba siang dan malam mengumpulkan harta demi dirinya sendiri tanpa mempedulikan harta yang dimilkinya itu sewaktu bisa diambil ataupun dipaksa oleh Allah SWt.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.”[QS. ar-Ruum:7]

Tipu Daya Syaithan Tak Kita Sadari


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Tidak ada manusia yang luput dari gangguan syaithan. Syaithan adalah makhluk dari golongan jin dan manusia dibalik sifat jelek keduanya. Mereka selalu menjauhkan kebenaran kepada kemusyrikan dan kesesatan yang nyata tanpa kita sadari. Tugas kita sebagai orang muslim jadikan mereka musuh-musuh yang harus diperangi dalam diri kita sendiri, sehingga manusia terhindar dari perbuatan keji dan ingkar kepada Allah SWT.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Demikianlah Kami telah menjadikan bagi setiap nabi itu musuh berupa setan-setan dari jenis manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).”[QS.Al-An’am :112).

Seperti manusia pertama yaitu Nabi Adam as bersama istrinya terbujuk rayuan syaithan untuk membangkang perintah Allah SWT sampai pada keturunannya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”[QS.Al-A’raf:19]

“Maka syaithan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga). Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, Maka syaitan membujuk keduanya (untuk makan memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah baginya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupi dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua”[QS.Al-A’raf:20-22]

“Keduanya berkata: “Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” [QS.Al-A’raf:23]

“Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.“[QS. Al-A’raf:24-25]

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi ‘auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”[QS.Al-A’raf:26)

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. “[QS. Al-A’raf:27]

Pada zaman modern dan globalisasi seperti sekarang. Banyak dari manusia tanpa sadar telah mengikuti langkah-langkah syaithan untuk menjauhkan manusia dari ketaatan kepada Allah SWT serta melanggar larangan-larangan-Nya yang dianggap wajar pada zaman sekarang. Ketika manusia kurang ilmu Agama dan akhlak yang buruk, syaithan semakin sukses dengan pekerjaan menggoda manusia karena mudahnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Allah SWT berfirman: Wahai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan karena sesungguhnya setan itu bagi kalian adalah musuh yang nyata [QS.Al-Baqarah:208).

Tanpa syaithan bujuk manusia, manusia sendiri sudah memilih jalannya kepada hal-hal yang buruk seperti, berbohong, mencari kelemahan orang, sombong, takabur, mabuk, berjudi, berzina, tidak berbuat baik kepada manusia, tidak mengajak manusia kepada kebenaran, dan terlebih meninggalkan sholat 5 waktu yang sudah wajibkan bagi orang muslim. Manusia terkadang mengikuti aturan-aturan yang di buat para pendahulunya, padahal itu sesuatu yang buruk. Tapi perbuatan itu sebagai hal wajar dan terkadang dibiarkan oleh orang-orang yang ada disekitarnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji”. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” [QS.Al-A’raf:28]

Berikut contoh langkah-langkah syaithan yang terjadi dalam masyarakat umum;
Pertama, ketika ada seorang laki-laki berkenalan dengan seorang wanita di dalam sebuah restoran, maka syaithan membujuknya untuk makan bersama, lalu keluarlah kata-kata manis dari mulut laki-laki untuk merayu wanita itu sampai wanita itu terbuai rayuan laki-laki itu.

Kedua, sejak saat itu tejalinlah asamara diantara keduanya, lalu syaithan membumbui asmara dengan berlebihan sehingga laki-laki itu mengajaknya untuk main kerumahnya agar suasananya lebih sepi. Sampailah pada rumah laki-laki itu, lalu mereka berdua berpacaran.

Ketiga, Setiap hari mereka berpacaran dirumah laki-laki itu, lalu syaithan membisikkan untuk pacaran didalam kamar agar tidak ada yang mengganggu, segeralah mereka menuju kamar. Akhirnya mereka melakukan hal yang harusnya tidak dilakukan kepada pasangan yang belum menikah.

Keempat, Sampai suatu ketika wanita tersebut hamil. Lalu dibisikan lagi oleh syaithan untuk menggugurkan kandungannya. Tapi wanita itu tidak mau melakukan hal tersebut, wanita itu ingin si laki-laki bertanggung jawab dan menikahinya. Tapi syaithan membisikan kepada laki-laki tersebut untuk tidak menikah di umur yang masih muda kejar dulu impianmu.

Kelima, Wanita ini terus menerus minta dinikahkan, tapi laki-laki tersebut menjauhi wanita tersebut. Wanita itu bilang ingin memberitahukan kepada orang tuanya bahwa dia hamil dan laki-laki tersebut yang melakukan. Syaithan membujuk kepada laki-laki tersebut untuk membunuh wanita tersebut pada malam hari dirumahnya agar tidak ada orang yang melihatnya dan membuang mayatnya ke dalam jurang. Lalu terjadilah pembunuhan berencana itu.

Itulah langkah-langkah syaithan yang nyata tanpa kita sadari. Bagaimana syaithan tidak dengan langsung dalam menjalankan tugasnya, tapi dengan cara perlahan-lahan. Sehingga manusia jauh dari nilai-nilai Agama. Semoga kita menyadari akan hal itu dan merubah kebiasaan-kebiasaan buruk kita dan Allah SWT menuntun kita kejalan yang lurus supaya kita beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin.


Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Kejujuran Adalah Barang Mahal


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.


Kejujuran datang dari hati nurani yang siap menerima masalah-masalah yang datang, terutama jujur pada diri sendiri. Tapi terkadang kejujuran itu tidak terbuka karena sebab dan akibat yang di tutupi dengan kebohongan. Semuanya tergantung kepada nilai-nilai agama yang kita dapatkan sewaktu kecil dan ajaran yang diberikan oleh orang tua, orang terdekat kita, guru-guru kita, dan lingkungan.


Tidak ada orang di dunia ini yang tidak pernah berbohong. Alasannya untuk iseng-iseng saja, untuk menutupi kesalahan diri sendiri ataupun orang lain, bahkan untuk mencari keuntungan pribadi atau menipu. Inilah salah satu sifat syaitan yaitu berkata dusta. Kebanyakan dari mereka terdidik dari kecil sampai remaja untuk berbohong. Misalkan; ada sesorang anak membuat kesalahan seperti memecahkan gelas di dapur, lalu ketika di tanya oleh orang tuanya tentang gelas yang pecah itu anak itu menjawab, “tadi ada kucing yang naik atas rak dapur, lalu kucing itu mendorong gelasnya sampai terjatuh”. Orang tua biasanya langsung memarahi anaknya ketika berbuat kesalahan yang sebenarnya tidak harus sampai dimarahi, tapi seharusnya dinasehati agar lebih berhati-hati. Sehingga anak tersebut terdidik menutupi kesalahan dengan berbohong dari hal yang kecil.

Ketika dewasa seorang anak akan mencari kesenangan di luar rumah bersama teman-temannya. Ketika anak itu main sampai larut malam, orang tua biasanya memahari anak tersebut bahkan sampai memukulnya. Maka kebanyakan dari mereka berbohong ketika izin keluar rumah dengan alasan belajar kelompok, membantu pekerjaan teman, membeli makanan atau minuman. Mereka berbohong agar di izinkan keluar rumah. Tugas orang tua adalah harus berkomunikasi dengan anak tersebut tentang apa yang dilakukannya selama dia beraktifitas dengan bahasa yang lembut, beritahu tentang hal-hal baik dan hal-hal yang tidak baik jika dilakukan. Jangan dulu dimarahi, tapi dengarkan alasannya kenapa dia pulang larut malam. Berikan norma-norma Agama yang ditanamkan sejak dini oleh orang tua agar anak tersebut tidak melakukan hal-hal yang menyimpang.

Di zaman modern ini terutama di Indonesia, banyak orang-orang yang berpendidikan tinggi, tapi mereka tidak malu untuk korupsi, mempermainkan timbangan, mengambil untung yang besar. Terutama para pemimpin yang memberikan janji dan mendapat amanat rakyat lalu dia korupsi. Mereka tidak peduli kepada orang lain, yang penting mereka dapat uang, masa bodo sama yang lain. Inilah penyakit orang-orang yang tidak memiliki iman terhadap Allah SWT, padahal Dialah yang menjadi saksi atas segala sesuatu. Di Indonesia tidak pernah kekurangan orang pintar tapi seringkali kekurangan orang jujur. Padahal kejujuran akan membawa kepercayaan orang lain.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an : “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.”[QS.Al-Muthaffifîn:1-6]

"Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui."[QS.Al-Baqarah:188]

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." [QS. Al-Anfal Ayat 27]


Bangsa yang maju adalah bangsa memiliki pemimpin dan rakyat yang jujur serta pemimpin-pemimpinnya membawa amanah rakyat serta rakyat yang selalu mendo’akan para pemimpinnya supaya mereka bisa memimpin dengan jujur, adil, dan bijaksana.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Belajar Mengikhlaskan Sesuatu


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Sesuatu di dunia ini tidaklah pernah abadi. Semua akan kembali kepada asal mulanya penciptaan. Hanya Allah SWT yang meniadakan dan mewujudkan sesuatu sesuai kehendak-Nya. Tidak ada bisa melawan kehendak-Nya seperti kematian. Ikhlas artinya memurnikan tujuan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dari hal-hal yang dapat mengotorinya. Dalam Agama Islam, ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang selalu ikhlas” [QS.Shaad: 82-83]

“Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu).”[QS. Al-Anfaal:67].

Katakanlah, ‘Apakah kalian memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian; bagi kami amalan kami, bagi kalian amalan kalian dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati.'” [QS.Al-Baqarah:139]

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama” (QS.Az-Zumar:11)


Semua orang pasti pernah merasa kehilangan, entah itu harta benda, waktu yang tak pernah kembali, dan kehilangan orang yang sayangi dan cintai. Semuanya milik Allah SWT kepada-Nya semua kembali. Bagaimana kita bersikap mengikhlaskan atas ketetapan Allah SWT tersebut. Kalo kita taat pada Allah SWT pasti dalam hati kita penuh dengan keikhlasan. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).”[QS.Az-Zumar:2-3]

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”[QS. Huud:15-1].


“Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama/amal untuk-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai.”[QS.Ghafir:14]


Banyak dari mereka yang punya harta banyak tapi takut kehilangan. Maka mereka mencintai harta dengan berlebih-lebihan dengan mencarinya, mereka dapat apa yang mereka inginkan dalam kehidupan dunia, tapi enggan kepada kehidupan akhirat. Dengan demikian mereka lebih taat kepada harta dari pada Allah SWT, nauzubilah.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.”[QS. Al-Israa':18-19]

“Pada hari itu -hari kiamat- tidaklah bermanfaat harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.”[QS. asy-Syu’ara’: 88-89]

“Tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dengan mengikhlaskan amal untuk-Nya dalam menjalankan agama yang lurus.” (QS. al-Bayyinah: 5)
Bagi orang-orang yang beriman kehidupan dunia hanya tipu daya, bermain, dan sendau gurau saja. Mereka tidak takut kehilangan hartanya, mereka hanya takut kehilangan keimanan kepada Allah SWT, masha Allah. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”[QS. Asy-Syuuraa:20]

Katakanlah, ‘Apakah kalian memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian; bagi kami amalan kami, bagi kalian amalan kalian dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati.”[QS.Al-Baqarah:139]


"Iblis menjawab, "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka."[QS.Shad:82-83]

Perbanyaklah istighfar di sepanjang waktu. Semua yang terjadi sudah ditentukan oleh Allah SWT, hanya orang-orang yang patuh pada perintah dan menjauhi larangan-Nya yang bisa mengikhlaskan segala kejadian yang terjadi dihidupnya, maka mereka termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang Dianggap Baik Belum Tentu Baik


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Sesuatu yang menurut kita baik terkadang tidak begitu baik terhadap diri kita. Yang kita tau bahwa kesenanganlah yang membuat kebahagian dan kesusahan yang membuat kesengsaraan. Padahal mereka yang biasa hidup dengan kesenangan belum tentu membuat kehidupanya tenang dan damai. Mereka dikelilingi dengan kemewahan yang terkadang membuatnya terlena dan berlebih-lebihan akan suatu hal. Mereka lebih cenderung menjauh dari keluarga dan lingkungan sekitar. Bila suatu saat mereka kehilangan segalanya, disaaat itu juga mereka tidak siap pada kenyataan hidup dan kehancuran hidupnya . Sedangkan mereka yang biasa hidup dengan kesusahaan memperoleh kebahagian cinta dan kasih sayang dari semua orang yang membuat kehidupannya tenang dan damai. Mereka dikelilingi kesederhanaan yang membuatnya lebih dekat kepada keluarga, lingkungan sekitar, tidak berlebihan-lebihan akan sesuatu hal dan bisa lebih menghargai orang lain. Semuanya adalah ujian bagi orang-orang yang beriman.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.[QS.Al-Ankabut:2-3]

Rokoklah Yang Menghisapmu


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Rokok termasuk dari Khobaits ( sesuatu yang buruk dan jelek ), karena rokok adalah produk berbahaya dan adiktif, serta mengandung 4000 zat kimia, di mana 69 di antaranya adalah karsinogenik (pencetus kanker). Sesuatu yang tidak dimulai dengan mengucapakan bismilah den menghakhiri dengan alhamdulilah pasti itu sesuatu yang buruk. Tidak ada orang yang merokok mengucapkan bismillah saat memulai merokok dan selesai merokok mengucapkan alhamdulilah.

Apalagi anak mudah zaman sekarang sudah banyak yang merokok akibat pergaluan dan melihat orang tua merokok. Semuanya berawal dari merokok lalu mencoba hal yang lebih nikmat lagi dari rokok sampai minum-minuman bahkan sampai narkoba. Itulah langka-langka setan, semua bertahap dari yang ringan sampai yang berat tanpa mereka sadari. Saya tidak merokok, makanya saya tidak terjerumus dalam hal-hal kenikmatan dunia yang merugikan tubuh. Semua tergantung pada pengendalian diri, jadi diri sendiri. Jika sejak dini mengenal hukum-hukum Agama pasti kehidupannya tentram.

Diam Itu Emas, Tak Selamanya Itu Emas


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Ketika kita tidak menemukan jawaban akan sesuatu, ketika kita sedang marah, ketika kita sedang sedih, lebih baik kita diam. Diam bukan berarti tidak tahu apa-apa, bukan berarti tidak peduli, bukan berarti sombong dan bukan berarti tidak mendengarkan perkataan orang. Diam itu berarti lisan tidak berbicara untuk tidak berkata dusta, mencela, ngomongin orang, mengadu domba, fitnah orang. Lebih baik kita diam untuk menghindari hal-hal buruk tersebut.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Yaitu, ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya ada malaikat yang selalu hadir.“ [QS.Qaf:16-18]

“Allah berfirman : "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."[QS.Qaaf:18]

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,”[QS. Al Qalam:10-11]

“Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka. “[QS. Az Zukhruf : 80]


Bila ada yang berbuat dengan perkataan buruk dan kotor pasti ada malaikat-malaikat yang mencatat tanpa meninggalkan setitik pun perkataan kita dan maka bersaksilah apa yang ada di tubuh kita, seperti tangan, kaki, hati, kulit-kulit kita dan mulut pun dikunci pada hari pembalasan. Tidak ada penolong yangakan datang termasuk teman-teman kita yang katanya setia, karena mereka semua sibuk tentang apa yang mereka kerjakan dan pertanggung jawabkan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).[QS. Yunus:61]

“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.(Allah berfirman): "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan." [QS. Al Jatsiyah : 28-29]

"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya, dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". [Q.S. Al Kahfi: 49]

“Dan mereka berkata kepada kulit mereka: Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” [QS.Fushilat:21]


Berbicaralah ketika memang dibutuhkan, bersaksi akan kebenaran, menjawab pernyataan yang sebenar-benarnya, menegakkan Agama Allah SWT bila orang-orang kafir tersebut telah melampaui batas. Tugas kita sebagai orang muslim adalah mencegah yang buruk dan menyuruh kepada kebaikan. Tak selamanya kita diam, bila ada yang menentang hukum-hukum Allah SWT.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: " Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”[QS. Al Isra':53]

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling dari padanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". [QS. Al Qashash:55]

“Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan." [QS. Al Mujadilah : 9]

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” [QS: Ali Imran: 110].


Tidak ada manusia pun di dunia ini termasuk Para Nabi dan Rasul bersih dari perbuatan salah, tapi Allah SWT membersikan mereka sesuai kehendak-Nya kepada hamba-hambanya yang mau bertobat dan tidak mengulanginya lagi dikemudian hari.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.