Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Agama Islam Tidak Mengenal Perayaan Valentine



Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatu


Perayaan bisa disebut sebuah peringatan untuk mengingatkan kembali sejarah yang dianggap sakral yang dibuat karena perintah agama atau budaya secara turun-temurun. Ada yang membuatnya dengan cara sederhana, megah, dan special. Bagi perayaan yang di perintahkan oleh agama itulah adalah wajib dilakukan dengan cara-cara keagamaan, yang berasal dari sang pencipta supaya bertujuan meningkatkan keimanan seseorang. Sedangkan perayaan yang dibuat oleh manusia yang mengedepankan kesenangan, kegembiaraan, keceriaan, kebanggaan, dan kemewahan. Kebanyakan perayaan yang dibuat manusia diisi dengan hura-hura saja.

Ada sebuah perayaan yang bertujuan untuk menujukan kasih sayang kepada seseorang yang dikenal dengan perayaan hari valentine. Dalam agama islam perayaan hanya ada 2 yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Tidak dianjurkan umat Islam mengikuti perayaan lain yang bertentangan dengan

Bawahan Tergantung Pemimpinnya


Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatu

Sebuah perintah harus dilaksanakan karna salah bentuk dari amanah. Yaitu kepercayaan kepada seseorang supaya perintah itu dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ada perintah yang baik, perintah yang tidak disukai, perintah yang menguntungkan, perintah yang merugikan, perintah yang malas dilakukan tapi wajib, perintah yang sulit dilakukan, dan perintah yang tak masuk akal. Apapun perintah itu sebuah suruhan yang wajib kita penuhi atau kita tolak dengan cara yang halus. Ada sebuah hukuman bila perintah itu tidak berjalan dengan baik atau tidak terlaksana. Hukumannya ada yang negatif dan hukuman yang positif.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan telah Kami wahyukan kepada mereka untuk senantiasa mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu mengabdi,”[QS. Al-Anbiya’:73]

Melangkahlah Sejauh Mungkin


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Bukan perkara mudah mencapai sesuatu dalam waktu singkat. Sekalipun orang itu sudah merencanakannya dengan sangat matang mungkin bahkan bisa terjatuh juga. Penyebab utamanya memang belum rezekinya atau Allah SWT punya rencana lain. Sadar atau tidaknya seseorang dalam mengambil keputusan yang belum matang untuk berhenti melangkah justru bila maju selangkah atau dua langka lagi dia bisa menggapai impian yang telah diusahakannya. Salah satu faktor yang membuat seseorang bertahan adalah orang-orang yang terkadang membantunya dan selalu memberinya motivasi agar tidak menyerah. Mungkin sebagian orang berkata tidak mungkin tapi usaha yang baik akan selalu berbuah manis.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”[QS.Al Insyirah:1-8]

Jangan Berharap Kepada Sesuatu Yang Bakalan Musnah


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Semua yang berawal dari sebuah penciptaan bakal mengalami kematian dan kehancuran. Entah itu manusia, jin, malaikat, dan penciptaan lainnya. Tidak ada yang bisa menolak datangnya takdir kepada setiap yang bernyawa. Terutama kepada manusia yang dijadikan ciptaan yang terbaik oleh Allah SWT. Sifat yang didatangnya dari manusia seperti lupa, khilaf, marah, dengki, dusta, benci, sombong, takabur, takut, tergesa-gesa, berkeluh kesah, pelit, zalim, lemah dan egois. Tidak pantas seorang manusia berharap kepada manusia lainnya apalagi dengan berlebih-lebihan seakan-akan manusia itu bisa menjamin keselamatan di dunia dan akhirat.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.”[QS.Al Hadid:72]

Bercanda Seperlunya, Pada Batas Yang Wajar


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Dari masa ke masa banyak orang melakukan lelucon atau kejahilan untuk menghibur diri sendiri, teman-teman dan orang disekitar kita. Hal umumnya adalah perkataan yang dibumbui seperti menggoda berlebihan, menyapa dengan nama yang buruk, menertawakan kesalahan orang lain dan segala sesuatu yang bisa merendakan orang lain. Hal lainnya adalah dengan bentuk fisik seperti mencolek, menyenggol, mencubit, memukul dan segala sesuatu yang bisa melukai orang lain. Apapun bentuk candaan itu harus disertai dengan kelembutan, tidak menyinggung hal-hal pribadi, tidak berbohong, tidak berkata kotor, tidak mencela dan meminta maaf sesudah kita melakukannya kepada orang tersebut.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah beriman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”[QS.Al Hujarat:11]

Mengasihi Karna Sayang


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Tak ada yang terindah selain nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada umat manusia disetiap waktunya. Selalu bersyukur kepada-Nya dengan nikmat-nikmat yang datang dan pergi. Nikmat yang datang akan selalu bertambah apabila kita selalu mensyukurinya. Sedangkan nikmat yang pergi akan Allah SWT ganti dengan lebih baik dari pada nikmat itu. Berbaik sangka selalu kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Berbuat sesuatu selalu dengan niat yang baik karna Allah SWT agar hasil yang kita terima menjadi berkah.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah swt. yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya Allah swt. adalah pengawas atas kamu."[QS.An-Nisa:4]

Bakat Alami dan Kerja Keras


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Sebelum pembentukan janin di didalam rahim, sel sperma dari ayah kita mengeluarkan jutaan sel spema yang salah satunya adalah kita. Dalam perjalanan banyak yang mati dan sedikit yang bersaing untuk sampai lebih dulu ke sel telur ibu. Yang tercepatlah dan terpilih yang dapat bersatu dengan sel telur. Peluang kita lahir sangatlah kecil di karenakan hanya sperma yang beruntung yang bisa membuahi sel telur. Tidak alasan seseorang untuk tidak berjuang dalam kehidupan ini. Karena sebelum kita dilahir ke dunia ini, kita sudah ditakdirkan berjuang hidup untuk mengalahkan pesaing-pesaing sel sperma yang lain. Setelah itu terbentuknya janin dalam rahim ibu kita. Barulah kita lahir kedunia dengan fitrah kita sebagai manusia yang suci.

Semua orang di dunia ini dilahirkan dengan keunikannya masing-masing. Ada beberapa orang yang dilahirkan dengan bakat khusus yang jarang dimiliki orang. Mereka yang memiliki bakat khusus ini adalah orang-orang hebat dalam profesinya. Seperti contoh ; ilmuan, penemu, atlet, seniman, indigo, dan orang-orang yang bisa dilihat bakatnya sejak dari ke kecil. Mereka yang memiliki bakat yang terpedam dan lebih memilih bekerja seperti biasa Sebagian orang-orang ini diakui oleh dunia sebagai orang yang cerdas dalam bidangnya masing-masing. Semakin mereka melatih bakatnya semakin hebat pula kemampuannya. Peluang mereka sukses lebih besar dibandingkan orang-orang biasa pada umumnya.

Bahagia Itu Cukup Dengan Bersyukur


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Setiap manusia memiliki keinginan untuk menikmati hidupnya dengan berbagai banyaknya cara yang mereka dilakukan. Pada dasarnya manusia memiliki ambisi untuk memiliki segalanya dalam hidup ini. Hidup yang tenang, kemewahan, kesempurnaan, dan kebahagian. Tidak akan merasa puas walaupun banyak kenikmatan yang diperoleh. Setiap kenikmatan hidup yang datang maka kita akan mengharapkan lebih dari yang sebelumnya sebaliknya jika kekurangan hidup yang datang seolah-olah kenikmatan ada pada kita saat ini terabaikan begitu saja.

Tak banyak orang tau bahwa kebahagian itu datang dari hati yang mau menerima apapun yang datang di kehidupan kita. Kadang seseorang merasa iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain dan sebaliknya ada seseorang ingin memiliki apa yang kita punya. Padahal kenikmatan hidup itu sama seperti air yang mengalir di sungai kadang kita merasa sangat rendah bila dibandingkan dengan air terjun dan air terjun akan terlihat betapa rendahnya dengan air hujan. Pada akhirnya air atau kehidupan ini akan bermuara pada satu tempat terakhir yaitu laut atau kematian.

Guru dan Murid



Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Semua manusia di dunia ini pasti mempunyai guru yang memberikan pencerahan akan suatu pelajaran yang belum kita mengerti dan membantu mempelajari lebih dalam lagi pelajaran tersebut. Pelajaran akan berjalan lancar apabila guru dan murid bersama-sama membahas pelajaran dengan perjanjian yang disepakati keduanya. Jika guru menerangkan maka murid mendengarkan dengan tenang dan bila murid tidak mengerti apa yang guru terangkan maka seorang guru harus mencari cara yang sederhana agar muridnya dapat mengerti. Ilmu pengetahuan sangatlah penting bagi kemajuan suatu bangsa yaitu lewat guru dan wajib bagi seorang guru memberikan semua ilmu yang dimiliki kepada muridnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukmin itu pergi semuanya ke medan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap firqah (daerah/suku) diantara mereka serombongan orang yang memperdalam ilmu pengetahuan, agar dapat memberi peringatan (pembaharu) kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepada mereka agar mereka dapat menjaga diri”[QS.At-Taubah:122]

Kakak dan Adik


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Setiap orang ingin berkeluarga dan ingin mempunyai keturunan dari anak kandungnya sendiri. Setiap seorang anak ada yang ditakdirkan memiliki kakak dan adik kandung. Bagi seorang kakak yang memiliki adik haruslah menjadi pemimpin serta contoh yang baik bagi para adik-adiknya, mengajarkan adiknya untuk berbakti kepada orang tuanya dan menjaga adik-adiknya dari bahaya. Sedangkan seorang adik haruslah hormat terhadap kakaknya yang lebih dulu lahir, membantu kakaknya untuk berbakti kepada orang tua, dan mengkritik dengan sopan jika kakaknya salah dalam mengambil tindakan.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

"Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian, dan bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat. "[QS.Al-Hujurat: 10]

Belajar Dari Pengalaman Diri Sendiri dan Orang Lain


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu 

Hidup ini adalah ujian yang terus berjalan sampai kiamat. Banyak kejadian-kejadian dalam hidup yang bisa dijadikan pelajaran untuk lembaran baru yang kita mulai setiap harinya. Selalu ada masalah-masalah yang kita hadapi, lalui, dan selesaikan setiap saat. Apabila kita telah melawati ujian itu maka akan jadi pengalaman dari hidup kita untuk masalah-masalah yang akan datang lagi atau menyelesaikan masalah-masalah orang lain. Karna itulah kita membutuhkan pengalaman yang sudah pernah kita lewati atau kita lihat dan belajar dari orang-orang yang sudah punya pengalaman lebih dari kita agar setiap masalah-masalah yang datang silih berganti, agar kita dapat menghadapinya dengan mudah, tenang, dan cepat dalam waktu yang singkat.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."[QS.Al-Insyirah:1-8]

Jodoh Cerminan Diri Sendiri



Assalamu'alaikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Lawan jenis yang pernah datang di kehidupan kita adalah sebuah ujian bagi diri kita dan mungkin menjadi sejarah yang tak pernah terlupakan. Bahasanya disebut dengan 'pacaran'. Pacaran bukan menjadi pokok dalam mencari jodoh. Pacaran hanya sekedar memadu kasih tanpa ikatan suci pernikahan. Sebagian lawan jenis yang kita temui dan yang kita sempat memiliki, hanyalah gambaran pasangan hidup yang mungkin nantinya kita akan memilikinya di masa depan. Tidak peduli berapa banyak kita berganti pasangan, namun hanya sedikit pasangan yang serius untuk menikah yang pada akhirnya membangun rumah tangga sampai hari tua. Mencari jodoh bukan ajang untuk coba-coba atau perlombaan bergengsi.

Banyak sekali orang yang mencari pasangan dengan berpacaran agar dapat menemukan pasangan yang tepat bagi dirinya. Salah satu alasannya adalah saling menyukai satu sama lain. Tapi efek dari pacaran akan menimbulkan kebosanan dan rasa tidak nyaman kepada pasangan seiring berjalannya waktu. Pada kenyataannya, banyak pasangan yang memilih pacaran namun gagal pada akhirnya. Rasa yang tertinggal hanya dosa, kekecewaan dan penyesalan yang berharap semuanya tidak pernah terjadi. Kerap kali pacaran hanya mempertemukan bukan untuk mempersatukan. Tak sedikit mereka yang berpacaran yang pada akhirnya menjadi tamu diacara pernikahan masing-masing. Maka dari itu, marilah kita belajar untuk menjadi orang yang selalu menjaga diri agar menjadi orang yang lebih baik dari orang-orang yang pernah hadir di hidup kita. Buatlah dirimu pantas dinikahi bukan untuk dipacari.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”[QS.An-Nisaa:1]

Masa Dahulu dan Masa Sekarang


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Semakin maju perkembangan zaman, maka semakin berkembang kebudayaannya. Pengetahuan akan semakin maju terus, juga di dukung dengan kecangihan teknologi. Banyak kejadian-jadian masa lalu banyak terungkap di abad 20 ini. Banyak kota yang hancur akibat ulah penduduk-penduduknya. Bencana-bencana yang dahsyat seperti air bah kepada kaum Nabi nuh as yang zalim. Semuanya ada di Al-Qur'an supaya menjadi pembelajaran kepada genarasi selanjutnya.

Di zaman dulu banyak orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural. Kebanyakan dilakukan dengan sihir. Perilaku-perilaku orangnya sudah melampaui batas kewajaran. Banyak para Nabi dan Rasul memperingatkan kepada mereka dan hanya beberapa orang yang mau mendengarkan. Setelah zaman Nabi Muhammad SAW, penutup para Nabi juga terakhir semua peradaban berubah maju. Semua bentuk kemusyrikan di hilangkan, diajarkan ahklak mulia, mengajarkan kebaikan dan mencegah keburukan, dari zaman kebodohan menjadi zaman kemajuan akal.

Agama Islam Tidak Mengenal Perayaan Tahun Baru Masehi


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Siapa yang tidak mengenal Tahun Baru Masehi Tanggal 1 Januari? Hampir semua orang di belahan dunia manapun mengenal tahun baru masehi tersebut pada abad ini. Perayaan tahun baru masehi ini datang dari budaya kaum nashrani di timur dan barat. Perayaan ini pertama kali dirayakan oleh orang-orang romawi. Awal masuk tahun baru masehi ini adalah bulan januari. Kata januari berasal dari kata Januarius, diambil dari nama dewa Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka dua yang satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus adalah dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga disimpulkan dewa janus ini sebagai gerbang menuju tahun yang baru.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Hari kiamat tak bakal terjadi hingga umatku meniru generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, seperti Persi dan Romawi?” Nabi menjawab: “Manusia mana lagi selain mereka itu?”[HR. Bukhari no.7319]

Takdir Planet Bumi Diciptakan Untuk Dihuni Manusia


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Bumi adalah satu-satunya planet yang sudah ditentukan oleh Sang Pencipta yaitu Allah SWT kepada umat manusia. Banyak para ahli astronomi berlomba-lomba untuk menemukan planet lain yang mirip dengan bumi atau bisa dihuni manusia. Menurut para ahli planet mars bisa dihuni manusia jika disana ditemukan air. Sesungguhnya hanya Allah yang maha tahu segala ciptaannya, yang menciptakan 7 lapis langit yang salah satunya kita berada di langit paling bawah. Tidak baik kita sudah dipercayakan oleh Allah menjadi pemimpin di bumi tapi kita malah mencari planet lain selain bumi. Allah SWT sudah menentukan bumi untuk dihuni manusia dan sudah dipersiapkan segala sesuatunya dengan lengkap untuk berlangsungnya kehidupan manusia di bumi.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di Bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya”[QS Al Hadid:22]

Laba dan Riba


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.


Banyak orang tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan keuntungan yang halal dan keuntungan haram. Mungkin sebagian orang ada yang sudah mengetahuinya tapi mereka tidak mengetahui azab yang akan diterimanya atau mungkin mereka mengabaikannya untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat demi untuk mengejar dunia atau tuntutan pekerjaan.


Contoh perbuatan riba; ketika kita hendak membeli sebuah barang dengan harga 50 juta lalu kita menjual kepada orang itu dengan harga 72 juta dengan begitu kita untung 22 juta. Tapi orang yang membeli ingin menyicilnya selama 1 tahun = 12 x cicilan dengan bunga 1% perbulan. Seharusnya pembeli membayar 6 juta perbulan menjadi 6,1 juta perbulan. Jadi labanya adalah 22 juta dan riba yang dimaksud dalam hal ini adalah bunga 1%=100 ribu per bulan menjadi 73,2 juta labanya. Belum lagi ada denda apabila telat bayar itu termasuk riba.

Perniagaan Yang Berlipat Ganda


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Menurut sebagian orang perniagaan pasti ada yang merugi seperti jual beli. Rela kelelahan bekerja dari pagi sampai malam demi keuntungan dunia saja. Banyak dari mereka merugi, bangkrut, banyak utang, akibat perniagaan mereka. Dampaknya bagi sebagian yang lain tidak mempedulikan yang halal dan haram serta berlaku curang yang tepenting mendapat keuntungan yang besar didunia. Mereka terus berlomba-lomba siang dan malam mengumpulkan harta demi dirinya sendiri tanpa mempedulikan harta yang dimilkinya itu sewaktu bisa diambil ataupun dipaksa oleh Allah SWt.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.”[QS. ar-Ruum:7]

Menangis Bukan Berarti Cenggeng



Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Menangis disini bukan tentang kehilangan barang, kehilangan pacar, di buly teman, di khianati, di campakan, ataupun di siram air panas. Menangis adalah hal yang manusiawi bahkan sejak lahir kita sudah bisa menangis. Manusia yang tidak menangis dan menyesali karena perbuatannya berarti hatinya keras seperti batu. Manusia menangis menunjukan betapa lemahnya kita dihadapan Allah SWT.

Menangis melunakkan kotoran-kotoran hati yang mengumpal seperti batu, menangis perumpaan seperti air yang keluar dari celah-celah batu yang mengikis perlahan-lahan bagaikan butiran-butiran garam yang larut dalam air. Seseorang yang tidak bisa menangis berarti orang tersebut tidak menyesali dosa-dosanya dan tidak takut kepada azab yang menimpah orang-orang terdahulu sebagai balasan atas perbuataanya.

Jangan Suka Meremehkan Orang Lain


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan bentuk sebaik-baiknya. Memang terdapat perbedaan antara penciptaannya, tapi perbedaan diciptakan untuk saling menghargai satu sama lain bukan untuk merendakan orang lain.

Mungkin bisa jadi orang yang dulunya nakal, di masa depan dia akan menjadi orang sukses yang tak pernah dibanyangkan oleh orang lain. Atau mungkin diwaktu sekarang ketika kita menolong orang lain mungkin di masa akan datang orang tersebut akan menolong kita. Entah disuatu tempat kita bertemu dengan orang yang menurut kita tidak baik padahal dia adalah seorang yang hebat yang mengkin saja beliau memberikan pekerjaan kepada kita. Semuanya tidak ada yang tidak mungkin, jangan melihat orang tersebut, tapi lihat perilaku dan tutur bahasanya. Yang kita harus lakukan adalah menebarkan kebaikan kepada setiap makhluk hidup yang ada.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”[QS.Al Hujurat:11]

Yang Dianggap Baik Belum Tentu Baik


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Sesuatu yang menurut kita baik terkadang tidak begitu baik terhadap diri kita. Yang kita tau bahwa kesenanganlah yang membuat kebahagian dan kesusahan yang membuat kesengsaraan. Padahal mereka yang biasa hidup dengan kesenangan belum tentu membuat kehidupanya tenang dan damai. Mereka dikelilingi dengan kemewahan yang terkadang membuatnya terlena dan berlebih-lebihan akan suatu hal. Mereka lebih cenderung menjauh dari keluarga dan lingkungan sekitar. Bila suatu saat mereka kehilangan segalanya, disaaat itu juga mereka tidak siap pada kenyataan hidup dan kehancuran hidupnya . Sedangkan mereka yang biasa hidup dengan kesusahaan memperoleh kebahagian cinta dan kasih sayang dari semua orang yang membuat kehidupannya tenang dan damai. Mereka dikelilingi kesederhanaan yang membuatnya lebih dekat kepada keluarga, lingkungan sekitar, tidak berlebihan-lebihan akan sesuatu hal dan bisa lebih menghargai orang lain. Semuanya adalah ujian bagi orang-orang yang beriman.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.[QS.Al-Ankabut:2-3]