Perniagaan Yang Berlipat Ganda


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Menurut sebagian orang perniagaan pasti ada yang merugi seperti jual beli. Rela kelelahan bekerja dari pagi sampai malam demi keuntungan dunia saja. Banyak dari mereka merugi, bangkrut, banyak utang, akibat perniagaan mereka. Dampaknya bagi sebagian yang lain tidak mempedulikan yang halal dan haram serta berlaku curang yang tepenting mendapat keuntungan yang besar didunia. Mereka terus berlomba-lomba siang dan malam mengumpulkan harta demi dirinya sendiri tanpa mempedulikan harta yang dimilkinya itu sewaktu bisa diambil ataupun dipaksa oleh Allah SWt.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.”[QS. ar-Ruum:7]

Menangis Bukan Berarti Cenggeng



Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Menangis disini bukan tentang kehilangan barang, kehilangan pacar, di buly teman, di khianati, di campakan, ataupun di siram air panas. Menangis adalah hal yang manusiawi bahkan sejak lahir kita sudah bisa menangis. Manusia yang tidak menangis dan menyesali karena perbuatannya berarti hatinya keras seperti batu. Manusia menangis menunjukan betapa lemahnya kita dihadapan Allah SWT.

Menangis melunakkan kotoran-kotoran hati yang mengumpal seperti batu, menangis perumpaan seperti air yang keluar dari celah-celah batu yang mengikis perlahan-lahan bagaikan butiran-butiran garam yang larut dalam air. Seseorang yang tidak bisa menangis berarti orang tersebut tidak menyesali dosa-dosanya dan tidak takut kepada azab yang menimpah orang-orang terdahulu sebagai balasan atas perbuataanya.

Tipu Daya Syaithan Tak Kita Sadari


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Tidak ada manusia yang luput dari gangguan syaithan. Syaithan adalah makhluk dari golongan jin dan manusia dibalik sifat jelek keduanya. Mereka selalu menjauhkan kebenaran kepada kemusyrikan dan kesesatan yang nyata tanpa kita sadari. Tugas kita sebagai orang muslim jadikan mereka musuh-musuh yang harus diperangi dalam diri kita sendiri, sehingga manusia terhindar dari perbuatan keji dan ingkar kepada Allah SWT.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Demikianlah Kami telah menjadikan bagi setiap nabi itu musuh berupa setan-setan dari jenis manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).”[QS.Al-An’am :112).

Seperti manusia pertama yaitu Nabi Adam as bersama istrinya terbujuk rayuan syaithan untuk membangkang perintah Allah SWT sampai pada keturunannya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”[QS.Al-A’raf:19]

“Maka syaithan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga). Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, Maka syaitan membujuk keduanya (untuk makan memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah baginya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupi dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua”[QS.Al-A’raf:20-22]

“Keduanya berkata: “Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” [QS.Al-A’raf:23]

“Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.“[QS. Al-A’raf:24-25]

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi ‘auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”[QS.Al-A’raf:26)

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. “[QS. Al-A’raf:27]

Pada zaman modern dan globalisasi seperti sekarang. Banyak dari manusia tanpa sadar telah mengikuti langkah-langkah syaithan untuk menjauhkan manusia dari ketaatan kepada Allah SWT serta melanggar larangan-larangan-Nya yang dianggap wajar pada zaman sekarang. Ketika manusia kurang ilmu Agama dan akhlak yang buruk, syaithan semakin sukses dengan pekerjaan menggoda manusia karena mudahnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Allah SWT berfirman: Wahai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan karena sesungguhnya setan itu bagi kalian adalah musuh yang nyata [QS.Al-Baqarah:208).

Tanpa syaithan bujuk manusia, manusia sendiri sudah memilih jalannya kepada hal-hal yang buruk seperti, berbohong, mencari kelemahan orang, sombong, takabur, mabuk, berjudi, berzina, tidak berbuat baik kepada manusia, tidak mengajak manusia kepada kebenaran, dan terlebih meninggalkan sholat 5 waktu yang sudah wajibkan bagi orang muslim. Manusia terkadang mengikuti aturan-aturan yang di buat para pendahulunya, padahal itu sesuatu yang buruk. Tapi perbuatan itu sebagai hal wajar dan terkadang dibiarkan oleh orang-orang yang ada disekitarnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji”. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” [QS.Al-A’raf:28]

Berikut contoh langkah-langkah syaithan yang terjadi dalam masyarakat umum;
Pertama, ketika ada seorang laki-laki berkenalan dengan seorang wanita di dalam sebuah restoran, maka syaithan membujuknya untuk makan bersama, lalu keluarlah kata-kata manis dari mulut laki-laki untuk merayu wanita itu sampai wanita itu terbuai rayuan laki-laki itu.

Kedua, sejak saat itu tejalinlah asamara diantara keduanya, lalu syaithan membumbui asmara dengan berlebihan sehingga laki-laki itu mengajaknya untuk main kerumahnya agar suasananya lebih sepi. Sampailah pada rumah laki-laki itu, lalu mereka berdua berpacaran.

Ketiga, Setiap hari mereka berpacaran dirumah laki-laki itu, lalu syaithan membisikkan untuk pacaran didalam kamar agar tidak ada yang mengganggu, segeralah mereka menuju kamar. Akhirnya mereka melakukan hal yang harusnya tidak dilakukan kepada pasangan yang belum menikah.

Keempat, Sampai suatu ketika wanita tersebut hamil. Lalu dibisikan lagi oleh syaithan untuk menggugurkan kandungannya. Tapi wanita itu tidak mau melakukan hal tersebut, wanita itu ingin si laki-laki bertanggung jawab dan menikahinya. Tapi syaithan membisikan kepada laki-laki tersebut untuk tidak menikah di umur yang masih muda kejar dulu impianmu.

Kelima, Wanita ini terus menerus minta dinikahkan, tapi laki-laki tersebut menjauhi wanita tersebut. Wanita itu bilang ingin memberitahukan kepada orang tuanya bahwa dia hamil dan laki-laki tersebut yang melakukan. Syaithan membujuk kepada laki-laki tersebut untuk membunuh wanita tersebut pada malam hari dirumahnya agar tidak ada orang yang melihatnya dan membuang mayatnya ke dalam jurang. Lalu terjadilah pembunuhan berencana itu.

Itulah langkah-langkah syaithan yang nyata tanpa kita sadari. Bagaimana syaithan tidak dengan langsung dalam menjalankan tugasnya, tapi dengan cara perlahan-lahan. Sehingga manusia jauh dari nilai-nilai Agama. Semoga kita menyadari akan hal itu dan merubah kebiasaan-kebiasaan buruk kita dan Allah SWT menuntun kita kejalan yang lurus supaya kita beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin.


Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jangan Suka Meremehkan Orang Lain


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan bentuk sebaik-baiknya. Memang terdapat perbedaan antara penciptaannya, tapi perbedaan diciptakan untuk saling menghargai satu sama lain bukan untuk merendakan orang lain.

Mungkin bisa jadi orang yang dulunya nakal, di masa depan dia akan menjadi orang sukses yang tak pernah dibanyangkan oleh orang lain. Atau mungkin diwaktu sekarang ketika kita menolong orang lain mungkin di masa akan datang orang tersebut akan menolong kita. Entah disuatu tempat kita bertemu dengan orang yang menurut kita tidak baik padahal dia adalah seorang yang hebat yang mengkin saja beliau memberikan pekerjaan kepada kita. Semuanya tidak ada yang tidak mungkin, jangan melihat orang tersebut, tapi lihat perilaku dan tutur bahasanya. Yang kita harus lakukan adalah menebarkan kebaikan kepada setiap makhluk hidup yang ada.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”[QS.Al Hujurat:11]

Kejujuran Adalah Barang Mahal


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.


Kejujuran datang dari hati nurani yang siap menerima masalah-masalah yang datang, terutama jujur pada diri sendiri. Tapi terkadang kejujuran itu tidak terbuka karena sebab dan akibat yang di tutupi dengan kebohongan. Semuanya tergantung kepada nilai-nilai agama yang kita dapatkan sewaktu kecil dan ajaran yang diberikan oleh orang tua, orang terdekat kita, guru-guru kita, dan lingkungan.


Tidak ada orang di dunia ini yang tidak pernah berbohong. Alasannya untuk iseng-iseng saja, untuk menutupi kesalahan diri sendiri ataupun orang lain, bahkan untuk mencari keuntungan pribadi atau menipu. Inilah salah satu sifat syaitan yaitu berkata dusta. Kebanyakan dari mereka terdidik dari kecil sampai remaja untuk berbohong. Misalkan; ada sesorang anak membuat kesalahan seperti memecahkan gelas di dapur, lalu ketika di tanya oleh orang tuanya tentang gelas yang pecah itu anak itu menjawab, “tadi ada kucing yang naik atas rak dapur, lalu kucing itu mendorong gelasnya sampai terjatuh”. Orang tua biasanya langsung memarahi anaknya ketika berbuat kesalahan yang sebenarnya tidak harus sampai dimarahi, tapi seharusnya dinasehati agar lebih berhati-hati. Sehingga anak tersebut terdidik menutupi kesalahan dengan berbohong dari hal yang kecil.

Ketika dewasa seorang anak akan mencari kesenangan di luar rumah bersama teman-temannya. Ketika anak itu main sampai larut malam, orang tua biasanya memahari anak tersebut bahkan sampai memukulnya. Maka kebanyakan dari mereka berbohong ketika izin keluar rumah dengan alasan belajar kelompok, membantu pekerjaan teman, membeli makanan atau minuman. Mereka berbohong agar di izinkan keluar rumah. Tugas orang tua adalah harus berkomunikasi dengan anak tersebut tentang apa yang dilakukannya selama dia beraktifitas dengan bahasa yang lembut, beritahu tentang hal-hal baik dan hal-hal yang tidak baik jika dilakukan. Jangan dulu dimarahi, tapi dengarkan alasannya kenapa dia pulang larut malam. Berikan norma-norma Agama yang ditanamkan sejak dini oleh orang tua agar anak tersebut tidak melakukan hal-hal yang menyimpang.

Di zaman modern ini terutama di Indonesia, banyak orang-orang yang berpendidikan tinggi, tapi mereka tidak malu untuk korupsi, mempermainkan timbangan, mengambil untung yang besar. Terutama para pemimpin yang memberikan janji dan mendapat amanat rakyat lalu dia korupsi. Mereka tidak peduli kepada orang lain, yang penting mereka dapat uang, masa bodo sama yang lain. Inilah penyakit orang-orang yang tidak memiliki iman terhadap Allah SWT, padahal Dialah yang menjadi saksi atas segala sesuatu. Di Indonesia tidak pernah kekurangan orang pintar tapi seringkali kekurangan orang jujur. Padahal kejujuran akan membawa kepercayaan orang lain.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an : “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.”[QS.Al-Muthaffifîn:1-6]

"Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui."[QS.Al-Baqarah:188]

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." [QS. Al-Anfal Ayat 27]


Bangsa yang maju adalah bangsa memiliki pemimpin dan rakyat yang jujur serta pemimpin-pemimpinnya membawa amanah rakyat serta rakyat yang selalu mendo’akan para pemimpinnya supaya mereka bisa memimpin dengan jujur, adil, dan bijaksana.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Belajar Mengikhlaskan Sesuatu


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Sesuatu di dunia ini tidaklah pernah abadi. Semua akan kembali kepada asal mulanya penciptaan. Hanya Allah SWT yang meniadakan dan mewujudkan sesuatu sesuai kehendak-Nya. Tidak ada bisa melawan kehendak-Nya seperti kematian. Ikhlas artinya memurnikan tujuan bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dari hal-hal yang dapat mengotorinya. Dalam Agama Islam, ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang selalu ikhlas” [QS.Shaad: 82-83]

“Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu).”[QS. Al-Anfaal:67].

Katakanlah, ‘Apakah kalian memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian; bagi kami amalan kami, bagi kalian amalan kalian dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati.'” [QS.Al-Baqarah:139]

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama” (QS.Az-Zumar:11)


Semua orang pasti pernah merasa kehilangan, entah itu harta benda, waktu yang tak pernah kembali, dan kehilangan orang yang sayangi dan cintai. Semuanya milik Allah SWT kepada-Nya semua kembali. Bagaimana kita bersikap mengikhlaskan atas ketetapan Allah SWT tersebut. Kalo kita taat pada Allah SWT pasti dalam hati kita penuh dengan keikhlasan. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).”[QS.Az-Zumar:2-3]

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”[QS. Huud:15-1].


“Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama/amal untuk-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai.”[QS.Ghafir:14]


Banyak dari mereka yang punya harta banyak tapi takut kehilangan. Maka mereka mencintai harta dengan berlebih-lebihan dengan mencarinya, mereka dapat apa yang mereka inginkan dalam kehidupan dunia, tapi enggan kepada kehidupan akhirat. Dengan demikian mereka lebih taat kepada harta dari pada Allah SWT, nauzubilah.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.”[QS. Al-Israa':18-19]

“Pada hari itu -hari kiamat- tidaklah bermanfaat harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.”[QS. asy-Syu’ara’: 88-89]

“Tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dengan mengikhlaskan amal untuk-Nya dalam menjalankan agama yang lurus.” (QS. al-Bayyinah: 5)
Bagi orang-orang yang beriman kehidupan dunia hanya tipu daya, bermain, dan sendau gurau saja. Mereka tidak takut kehilangan hartanya, mereka hanya takut kehilangan keimanan kepada Allah SWT, masha Allah. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”[QS. Asy-Syuuraa:20]

Katakanlah, ‘Apakah kalian memperdebatkan dengan Kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian; bagi kami amalan kami, bagi kalian amalan kalian dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati.”[QS.Al-Baqarah:139]


"Iblis menjawab, "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka."[QS.Shad:82-83]

Perbanyaklah istighfar di sepanjang waktu. Semua yang terjadi sudah ditentukan oleh Allah SWT, hanya orang-orang yang patuh pada perintah dan menjauhi larangan-Nya yang bisa mengikhlaskan segala kejadian yang terjadi dihidupnya, maka mereka termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang Dianggap Baik Belum Tentu Baik


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Sesuatu yang menurut kita baik terkadang tidak begitu baik terhadap diri kita. Yang kita tau bahwa kesenanganlah yang membuat kebahagian dan kesusahan yang membuat kesengsaraan. Padahal mereka yang biasa hidup dengan kesenangan belum tentu membuat kehidupanya tenang dan damai. Mereka dikelilingi dengan kemewahan yang terkadang membuatnya terlena dan berlebih-lebihan akan suatu hal. Mereka lebih cenderung menjauh dari keluarga dan lingkungan sekitar. Bila suatu saat mereka kehilangan segalanya, disaaat itu juga mereka tidak siap pada kenyataan hidup dan kehancuran hidupnya . Sedangkan mereka yang biasa hidup dengan kesusahaan memperoleh kebahagian cinta dan kasih sayang dari semua orang yang membuat kehidupannya tenang dan damai. Mereka dikelilingi kesederhanaan yang membuatnya lebih dekat kepada keluarga, lingkungan sekitar, tidak berlebihan-lebihan akan sesuatu hal dan bisa lebih menghargai orang lain. Semuanya adalah ujian bagi orang-orang yang beriman.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.[QS.Al-Ankabut:2-3]

Rokoklah Yang Menghisapmu


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Rokok termasuk dari Khobaits ( sesuatu yang buruk dan jelek ), karena rokok adalah produk berbahaya dan adiktif, serta mengandung 4000 zat kimia, di mana 69 di antaranya adalah karsinogenik (pencetus kanker). Sesuatu yang tidak dimulai dengan mengucapakan bismilah den menghakhiri dengan alhamdulilah pasti itu sesuatu yang buruk. Tidak ada orang yang merokok mengucapkan bismillah saat memulai merokok dan selesai merokok mengucapkan alhamdulilah.

Apalagi anak mudah zaman sekarang sudah banyak yang merokok akibat pergaluan dan melihat orang tua merokok. Semuanya berawal dari merokok lalu mencoba hal yang lebih nikmat lagi dari rokok sampai minum-minuman bahkan sampai narkoba. Itulah langka-langka setan, semua bertahap dari yang ringan sampai yang berat tanpa mereka sadari. Saya tidak merokok, makanya saya tidak terjerumus dalam hal-hal kenikmatan dunia yang merugikan tubuh. Semua tergantung pada pengendalian diri, jadi diri sendiri. Jika sejak dini mengenal hukum-hukum Agama pasti kehidupannya tentram.

Diam Itu Emas, Tak Selamanya Itu Emas


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Ketika kita tidak menemukan jawaban akan sesuatu, ketika kita sedang marah, ketika kita sedang sedih, lebih baik kita diam. Diam bukan berarti tidak tahu apa-apa, bukan berarti tidak peduli, bukan berarti sombong dan bukan berarti tidak mendengarkan perkataan orang. Diam itu berarti lisan tidak berbicara untuk tidak berkata dusta, mencela, ngomongin orang, mengadu domba, fitnah orang. Lebih baik kita diam untuk menghindari hal-hal buruk tersebut.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Yaitu, ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya ada malaikat yang selalu hadir.“ [QS.Qaf:16-18]

“Allah berfirman : "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."[QS.Qaaf:18]

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,”[QS. Al Qalam:10-11]

“Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka. “[QS. Az Zukhruf : 80]


Bila ada yang berbuat dengan perkataan buruk dan kotor pasti ada malaikat-malaikat yang mencatat tanpa meninggalkan setitik pun perkataan kita dan maka bersaksilah apa yang ada di tubuh kita, seperti tangan, kaki, hati, kulit-kulit kita dan mulut pun dikunci pada hari pembalasan. Tidak ada penolong yangakan datang termasuk teman-teman kita yang katanya setia, karena mereka semua sibuk tentang apa yang mereka kerjakan dan pertanggung jawabkan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur'an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).[QS. Yunus:61]

“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.(Allah berfirman): "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan." [QS. Al Jatsiyah : 28-29]

"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya, dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". [Q.S. Al Kahfi: 49]

“Dan mereka berkata kepada kulit mereka: Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” [QS.Fushilat:21]


Berbicaralah ketika memang dibutuhkan, bersaksi akan kebenaran, menjawab pernyataan yang sebenar-benarnya, menegakkan Agama Allah SWT bila orang-orang kafir tersebut telah melampaui batas. Tugas kita sebagai orang muslim adalah mencegah yang buruk dan menyuruh kepada kebaikan. Tak selamanya kita diam, bila ada yang menentang hukum-hukum Allah SWT.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: " Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”[QS. Al Isra':53]

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling dari padanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". [QS. Al Qashash:55]

“Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan." [QS. Al Mujadilah : 9]

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” [QS: Ali Imran: 110].


Tidak ada manusia pun di dunia ini termasuk Para Nabi dan Rasul bersih dari perbuatan salah, tapi Allah SWT membersikan mereka sesuai kehendak-Nya kepada hamba-hambanya yang mau bertobat dan tidak mengulanginya lagi dikemudian hari.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.



Surga dan Neraka



Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.



Allah SWT menciptakan Surga (Al-jannah) dan Neraka (Annar) untuk menguji hamba-hambanya. Manusia adalah hamba yang paling sempurna dari semua ciptaan-Nya. Tidak ada seorang manusia pun yang tidak ingin masuk Syurga dan tidak ada seorang manusia pun yang ingin masuk neraka. Jika amal-amal kita baik dan banyak maka kita ada jaminan masuk Syurga dan jika amal-amal kita buruk dan sedikit maka ada jaminan kita masuk neraka.


Sejak penciptaan Nabi Adam as, Surga dan Neraka sudah dulu tercipta. Para Malaikat dan Iblis adalah makhluk pertama dan kedua sebagai penduduk Syurga. Begitupun dengan manusia, kampung hamalan kita bukan di dataran bumi tapi adalah Surga, sudah sepantasnya kita belomba-lomba kembali pulang menuju kampung halaman yaitu Surga dengan bekal amal-amal yang baik dan banyak.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” [QS Ali Imran:133]


"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya." [QS.Al-Baqoroh:82]



"Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah), berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian”).[QS.Al-Waqi’ah:11-14]



“Di antara pohon bidara yang tidak berduri. Dan pohon pisang yang bersusun-susun. Dan naungan yang terbentang luas. Dan air yang tercurah. Dan buah-buahan yang banyak. Yang tidak terputus dan tidak terlarang. Dan hamparan yang ditinggikan. Sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan mereka (bidadari) dengan kejadian (istimewa). Dan Kami (Allah) jadikan mereka sentiasa perawan. Penuh kasih sayang lagi sebaya.”[QS.Al-Waqi’ah:28-37]



Dalam Surga ada 8 tingkatan yaitu Surga Firdaus, Surga Adn, Surga Na’im, Surga Ma’wa, Surga Darussalam, Surga Daarul Muqomah, Surga maqoomul Amin, dan Surga Khuldi. Surga diberikan tingkatan agar manusia lebih berusaha lagi menggapai Surga yang paling tinggi, sehingga manusia terus menurus berbuat baik dan memperbanyak ibadah dan kehidupan dunia hanyalah untuk ibadah kepada Allah SWT.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang - orang yang akan mewarisi (yaitu) yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya”.[QS.Al- Mu'minuun:9-11]


“(Yakni) surga 'Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang ( dalam keaddan ) bersih ( saat didunianya dari berbagai dosa )”.[QS.Thaaha:7]



“Maka orang - orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan”.[ QS.Al Hajj:56]



“Adapun orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga - surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan”.[QS.As- Sajdah:19]



“Dan allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga), dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus”.[QS.Yunus:25]



“Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-nya”.[QS.Faathir:34-35]



“sesungguhnya orang - orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)”.[QS.Ad Dukhan:51]



“Katakanlah : "Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka”.[QS.Al Furqaan:15]




Iblis adalah penguni Neraka yang kekal akibat rasa sombongnya terhadap manusia pertama yaitu Nabi Adam as, bagaimana Iblis tidak menghormati Nabi Adam as, lalu yang membuat Allah SWT marah dan Iblis memohon untuk memanjangkan umurnya sampai hari kiamat agar menyesatkan manusia sejauh-jauhnya. Tapi, tidak bagi orang-orang yang beriman yang dikaruniakan rahmat dari Allah SWT.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dlm neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, & tak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” [QS. Ali Imran:192]


“….Maka takutlah kalian kepada Neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan bebatuan….”[QS. Al-Baqarah: 24]



”Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” [QS. Ali Imran:131]



“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke Neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab…”[QS. An-Nisaa’: 56]


Dalam Neraka ada 7 tingkatan yaitu Neraka Huthamah, Neraka Hawiyah, Neraka Jahannam, Neraka Jahim, Neraka Saqar, Neraka Sa'ir, Neraka Wail. Neraka diberikan kepada orang-orang yang lalai akan perintah dan larangan Allah SWT serta lebih condong ke hal kedunian.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Huthamah Dan tahukah kamu apakah (neraka) Huthamah itu? (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan yang (membakar tembus) sampai ke hati Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka, (sedang mereka diikat) pada tiang-tiang yang panjang.”[QS.Al-Humazah:4-9]


“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.”[QS.Al Qari’ah:6-9]
“Dan Kami tampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas.”[QS. Al-Kahfi: 100]


“dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat"[QS:As-Syu'araa:9]


“Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?”[ Surat Al-Muddatstsir:26-27]


“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api menyala-nyala (Neraka)”. [QS.Surat An-Nisa':10]

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”[QS. Al-Muthaffifin:1-3]

Bagi manusia yang masih hidup agar untuk berfikir tentang tempat kembali yang baik, hanya ada satu jalan yang lurus yaitu tunduk kepada Allah SWT dan bagi manusia berfikir hanya bersenang-senang dunia di sediakan tempat kembali seburuk-buruknya. Jauhilah apa yang dilarang oleh Allah SWT itu pasti adalah sesuatu yang baik buat diri kita, jangan mengeluh karena hidup ini adalah perjuangan, setiap hari penuh tantangan, penuh penderitaan, tapi penuh demngan hikmah demi meraih kemenangan yang abadi.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh