Guru dan Murid



Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Semua manusia di dunia ini pasti mempunyai guru yang memberikan pencerahan akan suatu pelajaran yang belum kita mengerti dan membantu mempelajari lebih dalam lagi pelajaran tersebut. Pelajaran akan berjalan lancar apabila guru dan murid bersama-sama membahas pelajaran dengan perjanjian yang disepakati keduanya. Jika guru menerangkan maka murid mendengarkan dengan tenang dan bila murid tidak mengerti apa yang guru terangkan maka seorang guru harus mencari cara yang sederhana agar muridnya dapat mengerti. Ilmu pengetahuan sangatlah penting bagi kemajuan suatu bangsa yaitu lewat guru dan wajib bagi seorang guru memberikan semua ilmu yang dimiliki kepada muridnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukmin itu pergi semuanya ke medan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap firqah (daerah/suku) diantara mereka serombongan orang yang memperdalam ilmu pengetahuan, agar dapat memberi peringatan (pembaharu) kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepada mereka agar mereka dapat menjaga diri”[QS.At-Taubah:122]

Kakak dan Adik


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Setiap orang ingin berkeluarga dan ingin mempunyai keturunan dari anak kandungnya sendiri. Setiap seorang anak ada yang ditakdirkan memiliki kakak dan adik kandung. Bagi seorang kakak yang memiliki adik haruslah menjadi pemimpin serta contoh yang baik bagi para adik-adiknya, mengajarkan adiknya untuk berbakti kepada orang tuanya dan menjaga adik-adiknya dari bahaya. Sedangkan seorang adik haruslah hormat terhadap kakaknya yang lebih dulu lahir, membantu kakaknya untuk berbakti kepada orang tua, dan mengkritik dengan sopan jika kakaknya salah dalam mengambil tindakan.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

"Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian, dan bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat. "[QS.Al-Hujurat: 10]

Belajar Dari Pengalaman Diri Sendiri dan Orang Lain


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu 

Hidup ini adalah ujian yang terus berjalan sampai kiamat. Banyak kejadian-kejadian dalam hidup yang bisa dijadikan pelajaran untuk lembaran baru yang kita mulai setiap harinya. Selalu ada masalah-masalah yang kita hadapi, lalui, dan selesaikan setiap saat. Apabila kita telah melawati ujian itu maka akan jadi pengalaman dari hidup kita untuk masalah-masalah yang akan datang lagi atau menyelesaikan masalah-masalah orang lain. Karna itulah kita membutuhkan pengalaman yang sudah pernah kita lewati atau kita lihat dan belajar dari orang-orang yang sudah punya pengalaman lebih dari kita agar setiap masalah-masalah yang datang silih berganti, agar kita dapat menghadapinya dengan mudah, tenang, dan cepat dalam waktu yang singkat.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."[QS.Al-Insyirah:1-8]

Pentingnya Sebuah Nama


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Nama itu adalah do'a dan harapan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Mungkin orang tua memberikan nama kepada anaknya berharap nanti anaknya menjadi penghafal qur'an, ulama, pengusaha, dokter, proofesor, insinyur, guru, dan kebanggaan hebat lainnya. Setiap waktu orang tua menginginkan supaya anaknya menjadi anak yang taat beribadah, berbakti kepada orang tua, sukses dan berguna bagi masyarakat. Maka dari itu nama itu adalah anugerah terindah setelah kasih sayang orang tua.

Tapi kebanyakan orang memanggil seseorang dengan nama sebutan, nama panggilan, nama tongkrongan, nama populer, nama julukan, nama merendakan, bahkan nama binatang sekalipun kepada saudaranya, temannya, dan sahabatnya. Padahal itu suatu penghinaan terhadap orang tuanya yang sudah memberikan nama yang didalamnya ada do'a bagi anaknya. Mungkin bagi kita biasa saja memenggil dengan nama itu dan beberapa orang yang kita panggil juga biasa saja. Tapi ada orang diberikan nama bagus malah kita panggil dengan panggilan yang jelek yang membuat orang itu merasa terganggu, merasa rendah dirinya, merasa sedih, bahkan sakit hatinya atas panggilan nama yang kita berikan kepadanya.

Tidak Ada Alasan Meninggalkan Sholat Wajib


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Kewajiban paling utama seorang muslim dalam kitab suci Al-Qur'an adalah Ibadah Sholat 5 waktu, Isya, Subuh, Dzuhur, Ashar, dan Magrib. Masing-masing sudah ditentukan waktunya dengan melihat pergerakan siang dan malam. Apabila urusan Ibadah Sholat 5 waktu yang kita jalani dengan sempurna maka urusan yang lain pun dapat terselesaikan dengan baik. Entah itu urusan dunia ataupun kelak nanti urusan akhirat. Prakteknya pun harus ikhlas hanya karna Allah SWT. Barulah kita berusaha dengan apa yang kita usahakan di dunia ini setelah mengutamakan Ibadah Sholat 5 waktu.

Ibadah sholat merupakan cara kita mendekatkan diri dan senantiasa mengingat Allah SWT disetiap waktu kita dalam keadaan susah maupun senang. Ibadah Sholat juga merupakan kebutuhan jasmani dan rohani karna manfaat bagi tubuh kita serta meningkatkan keimanan dalam hati kita kepada Allah SWT. Sehingga kita tidak pernah takut dalam keadaan apapun atau kepada siapapun kecuali kepada pencipta-Nya yaitu Allah SWT. Jangan kita tinggalkan Ibadah Sholat dalam keadaan susah dan sulit sekalipun seperti dalam perjalanan, di saat kebanjiran, dalam masalah sesulit apapun, ketika kita ketiduran lalu kita bangun langsung Sholat dan mengqodho Sholat yang ketinggalan atau apapun itu karna pahala yang kita dapatkan akan jauh lebih banyak dari pada dalam keadaan biasanya.

Menjadi Manusia Adalah Pilihan Kita


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Semua ciptaan-Nya bisa hidup dan berbicara jika Dia mengijinkan-Nya. Entah itu matahari, bulan, bintang, tumbuhan, hewan, apapun ciptaan-Nya. Sekalipun buatan manusia seperti meja, kursi, patung, rumah, apapun itu bentuk benda mati jika Allah berkehendak maka dia bisa hidup dan berbicara atas kuasanya. Berhati-hatilah apabila kita merusak ciptaan-Nya, tidak merawatnya, tidak berlaku adil, dan sombong dengan apa yang kita punya karena tanpa alam ini kita tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Sebagian dari mereka bisa menjadi saksi atas apa yang diperbuat oleh manusia. Subhanallah.

Semua ciptaan-Nya yang hidup atau tak hidup telah bersaksi bahwa "Tiada Tuhan Selain Allah" tapi Allah SWT tidak menguji mereka kecuali Jin dan Manusia. Mereka diberikan amanah oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya dan mereka sanggup memenuhi kewajiban itu tapi mereka tidak di uji seperti Jin dan Manusia. Mereka tidak mau di uji karena mereka tau setiap ujian memiliki kesulitan dalam menjalaninya. Apabila kita mendapat nilai terbaik maka kita akan berhasil lalu mendapat hadiah yaitu surga. Sebaliknya jika mendapat nilai buruk maka kita akan gagal lalu kita mendapat hukuman yaitu neraka, Nauzubilah.

Maha Kitab Adalah Al-Qur'an

                            

Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Tidak ada kitab di dunia ini yang menjelaskan tentang Sang Pencipta yaitu Allah SWT, sejarah orang terdahulu, ilmu pengetahuan, tujuan hidup, petunjuk umat manusia, perihal ibadah, pengajaran aqidah dan akhlak yang baik, persoalan-persoalan hidup, obat hati, hukum dunia dan akhirat, kehidupan setelah mati, dan macam-macam alam yang diciptakan yang dalam satu buku kecuali kitab suci Al-Qur'an. Kitab suci Al-Qur'an yang berisi firman Allah SWT 100%, karena tetap terjaga keasliannya dari zaman Nabi Muhammad SAW, sekarang, dan sampai hari kiamat karena janji Allah SWT dalam ayat Al-Qur'an. Tidak ada satupun kitab di dunia yang bisa menyamai atau setara dengan Al-Qur'an karena kitab ini bukan buatan manusia tapi buatan Allah SWT.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya."[QS.Al-Hijr:9]

Nikmat Terbesar Adalah Iman dan Islam


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Nikmat-nikmat di dunia ini adalah sebagian kecil dari nikmat surga. Tapi bedanya bersifat sementara, seperti 1 atau 2 tetes air yang jatuh kedalam tanah yang perlahan mengering. Bagi kebanyakan orang, nikmat yang berharga adalah harta, makanan, minuman, cinta, kasih sayang, ketampanan, kecantikan, kesehatan dan semua kenikmatan dunia yang bersifat umum. Oleh karna itu, kebanyakan orang memandang nikmat Iman dan Islam hanyalah nikmat yang paling kecil dari semua nikmat yang ada. Padahal apabila kita memahaminya di sisa umur kita, maka kita akan bersyukur sebanyak-banyanya, karena Allah SWT telah memberikannya tanpa kita meminta kepada-NYA.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”[QS.Al-Maa'idah:3]

Cinta Datang Karena Terbiasa


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Cinta diberikan untuk mengasihi sesama. Karena sering melakukan suatu hal bersama dengan seseorang membuat kita terbiasa sehingga menimbulkan cinta. Pada dasarnya cinta itu memberi bukan menerima balasan dari yang kita berikan kepada sesuatu hal. Bisa juga dengan benda-benda yang kita punya. Apabila kita kehilangan seuatu hal yang kita cintai maka kegundahan hati yang tertinggal di dalam hati. Seperti hal orang tua cinta kepada anaknya tanpa mengharapkan akan balasan cinta dari anaknya. Memberikan kasih sayang, kenyamanan, kepercayaan, pengorbanan, pengabdian, ketulusan memberi, kebahagian, sebagai bentuk dari cinta. Tapi apakah kita mencintai Allah SWT dan Rasulnya?

Cinta bukan berarti hanya diberikan kepada sang pujaan hati tapi dalam arti yang lebih luas yaitu mencintai karena Allah SWT dan Rasulnya. Memang sulit mencintai kalau tidak suka dengan hal itu dan tidak terbiasa akan suatu hal. Kebanyakan orang mencintai karena dari penampilan atau dari hal yang nampak apapun yang kita sukai terkadang menimbulkan cinta. Jika ada yang tidak sejalan dengan apa yang kita mau terhadap orang yang kita cintai, maka cintapun hilang seketika.

Jodoh Cerminan Diri Sendiri



Assalamu'alaikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Lawan jenis yang pernah datang di kehidupan kita adalah sebuah ujian bagi diri kita dan mungkin menjadi sejarah yang tak pernah terlupakan. Bahasanya disebut dengan 'pacaran'. Pacaran bukan menjadi pokok dalam mencari jodoh. Pacaran hanya sekedar memadu kasih tanpa ikatan suci pernikahan. Sebagian lawan jenis yang kita temui dan yang kita sempat memiliki, hanyalah gambaran pasangan hidup yang mungkin nantinya kita akan memilikinya di masa depan. Tidak peduli berapa banyak kita berganti pasangan, namun hanya sedikit pasangan yang serius untuk menikah yang pada akhirnya membangun rumah tangga sampai hari tua. Mencari jodoh bukan ajang untuk coba-coba atau perlombaan bergengsi.

Banyak sekali orang yang mencari pasangan dengan berpacaran agar dapat menemukan pasangan yang tepat bagi dirinya. Salah satu alasannya adalah saling menyukai satu sama lain. Tapi efek dari pacaran akan menimbulkan kebosanan dan rasa tidak nyaman kepada pasangan seiring berjalannya waktu. Pada kenyataannya, banyak pasangan yang memilih pacaran namun gagal pada akhirnya. Rasa yang tertinggal hanya dosa, kekecewaan dan penyesalan yang berharap semuanya tidak pernah terjadi. Kerap kali pacaran hanya mempertemukan bukan untuk mempersatukan. Tak sedikit mereka yang berpacaran yang pada akhirnya menjadi tamu diacara pernikahan masing-masing. Maka dari itu, marilah kita belajar untuk menjadi orang yang selalu menjaga diri agar menjadi orang yang lebih baik dari orang-orang yang pernah hadir di hidup kita. Buatlah dirimu pantas dinikahi bukan untuk dipacari.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”[QS.An-Nisaa:1]