Bahagia Itu Cukup Dengan Bersyukur


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Setiap manusia memiliki keinginan untuk menikmati hidupnya dengan berbagai banyaknya cara yang mereka dilakukan. Pada dasarnya manusia memiliki ambisi untuk memiliki segalanya dalam hidup ini. Hidup yang tenang, kemewahan, kesempurnaan, dan kebahagian. Tidak akan merasa puas walaupun banyak kenikmatan yang diperoleh. Setiap kenikmatan hidup yang datang maka kita akan mengharapkan lebih dari yang sebelumnya sebaliknya jika kekurangan hidup yang datang seolah-olah kenikmatan ada pada kita saat ini terabaikan begitu saja.

Tak banyak orang tau bahwa kebahagian itu datang dari hati yang mau menerima apapun yang datang di kehidupan kita. Kadang seseorang merasa iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain dan sebaliknya ada seseorang ingin memiliki apa yang kita punya. Padahal kenikmatan hidup itu sama seperti air yang mengalir di sungai kadang kita merasa sangat rendah bila dibandingkan dengan air terjun dan air terjun akan terlihat betapa rendahnya dengan air hujan. Pada akhirnya air atau kehidupan ini akan bermuara pada satu tempat terakhir yaitu laut atau kematian.



Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu dari apa yang mereka kumpulkan.”[QS. Yunus:58]


Ada banyak nikmat yang datang kepada kita tanpa kita sadari atau kita menganggapnya itu adalah hal yang wajar tapi sebenarnya itu adalah nikmat. Ada sebuah cerita yang saya ceritakan sebagai sebuah contoh nikmat yang jarang kita abaikan. Simak ceritanya berikut:

-   Ada seorang anak yang mengeluh memiliki sepatu yang sudah robek di sisi kirinya. Lalu anak itu bilang kepada ayah ingin dibelikan sepatu baru. "Ayah belikan sepatu yang baru untukku hari ini karna sepatuku yang sebelah kiri robek". Tapi ayahnya bilang "sepatu kamu masih bagus, masih bisa di jahit disisi yang robeknya". Kemudian anak itu memaksa ayah untuk membeli yang baru dengan sampai dia merasa kesal kepada ayah.
    Tak lama setelahnya anak itu membawa sepatunya keluar rumah dan beniat membuangnya di tempat yang jauh. Anak itu berlari sangat cepat karna rasa kesalnya terhadap ayahnya. Pada saat yang sama ayahnya mengejar anaknya itu, tapi ayahnya jauh tertinggal dan kehilangan jejak anaknya. Anak tersebut berhenti kelelahan dan berjalan cepat untuk mencari tempat yang tidak diketahui membuang sepatunya tersebut.
     Sambil dia mencari tempat untuk membuang sepatunya, tak sengaja dia berbenturan karna sedang terburu-buru dengan seorang anak yang tidak bisa melihat. Mereka berdua terjatuh bersamaan. Anak buta tersebut langsung bergegas membantu anak yang normal itu untuk berdiri sambil dia terkejut melihat anak buta itu . Anak yang buta itu bertanya kepada anak itu "Apa yang membuat anak normal sepertimu tergesa-gesa menabrakku?". Anak yang normal itu terdiam melihat keadaan anak buta tersebut dan binggung bagaimana anak buta itu bisa tau dirinya anak yang normal. Anak buta itu bertanya sekali lagi, "Apa yang membuat anak normal sepertimu menabrakku?" namun tetap saja anak yang normal itu terdiam.
    Anak yang buta itu bertanya lagi, "Apa ada yang salah dengan ucapanku?". Anak yang normal itu berbicara dengan nada sangat pelan, "Semua ucapanmu benar, aku binggung bagaimana kau tau aku ini anak yang normal?". Lalu anak buta itu menjawab "Aku mengetahuinya karna kamu menabraku cukup keras, lalu aku tidak bisa berjalan cepat seperti dirimu".
   Anak normal itu terdiam sejenak. Lalu dia melihat kedua kakinya dan melihat anak buta itu tanpa satu kakinya kiri. Anak normal itu mulai menangis, lalu dia bercerita tentang sepatunya yang ingin dia buang. Anak buta itu berbicara, "Aku bersyukur bisa berjalan walaupun dengan satu kaki". Anak normal itu berkata, "Benar sekali katamu, percuma saja memiliki sepatu bagus kalo kita tidak memiliki kaki. Seharusnya tanpa sepatu pun aku bisa berjalan dengan normal saja bisa lebih bersyukur sebanyak-banyaknya". Anak buta itu bersahut, "Iyaah kamu juga benar, Aku masih bernafas hari ini dengan gratis tanpa membeli tabung oksigen itu nikmat yang harus kita syukuri setiap hari".
   Mereka berdua berkenalan, lalu anak normal itu memakai kedua sepatunya dan mengantarkan anak buta itu ketempat tujuannya. Anak yang normal itu bergegas pulang. Dia mendengar suara ayah dan ibunya saat dijalan yang tak jauh dari tempat tinggal anak buta itu. Anak normal itu segera mencari kedua orang tuanya dan anak itu berlari menghampiri ayahnya serta memeluknya sambil menangis. Ayah bertanya "Dari mana saja kamu dan kenapa sepatu itu kamu pakai lagi?". Anak itu menjawab, "Lebih baik sepatuku robek dari pada aku tidak bisa berjalan lagi.". Ibunya mengelap air matanya sambil digendong ayahnya pulang kerumah. Sekian. -

Apapun yang kita miliki sekarang ini belum tentu dimiliki semua orang di dunia ini. Entah itu kesehatan jasmani dan rohani, bisa merasakan panca indra yang kita miliki dengan baik, dan semua nikmat yang ada pada tubuh kita. Dengan apa yang kita miliki akan terasa cukup dan membuat kita bahagia apabila kita selalu mensyukurinya setiap saat. Lihatlah orang yang sangat kurang darimu maka kamu akan semakin banyak bersukur dan bahagia dalam menjalani hidup ini penuh dengan semangat.

Wasalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment