Mengasihi Karna Sayang


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Tak ada yang terindah selain nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada umat manusia disetiap waktunya. Selalu bersyukur kepada-Nya dengan nikmat-nikmat yang datang dan pergi. Nikmat yang datang akan selalu bertambah apabila kita selalu mensyukurinya. Sedangkan nikmat yang pergi akan Allah SWT ganti dengan lebih baik dari pada nikmat itu. Berbaik sangka selalu kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Berbuat sesuatu selalu dengan niat yang baik karna Allah SWT agar hasil yang kita terima menjadi berkah.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah swt. yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya Allah swt. adalah pengawas atas kamu."[QS.An-Nisa:4]



Mengasihi kepada sesuatu adalah sesuatu perbuatan yang terpuji. Begitu pun dengan Allah SWT selalu mengasihi kepada makhluk ciptaanya terutama manusia. Pada dasarnya manusia ingin semuapermintaannya dikabulkan oleh Allah SWT. Kita akan terus berdo'a kepada-Nya agar semua permintaan kita terwujud. Namun tak semuanya Allah SWT kabulkan dan terwujud langsung. Terkadang kita merasa kurang apabila permintaan kita tidak terwujud. Sehingga kita lagi berdo'a kepadanya. Do'a orang-orang beriman adalah seperti mengkayuh sepeda terus menurus yang akan mengantarkannya sampai ke pada tempat tujuan.

Padahal Allah SWT selalu memberikan semua kebutuhan kita tapi tidak dengan semua keinginan kita. Apabila Allah SWT mengabulkan semua permintaan manusia pastilah semua orang di dunia ini tidak ada yang berkerja keras, hidup susah, menderita, sakit hati dan cobaan lainnya. Yang ada manusia akan merasa bangga dengan apa yang dimilikinya, tidak ada yang bersungguh dalam ibadahnya, hidup dengan semua kesenangan dunia, dan melupakan kehidupan akhirat yang kekal. Karna tujuan kita hidup di dunia bukan untuk bersenang-senang melainkan untuk berusaha meningkatan kualitas ibadah kita dan memperbanyak amal-amal shaleh kita.

Seperti halnya orang tua yang selalu menuruti keinginan anaknya. Ketika anaknya dibelikan kendaraan pribadi misalkanya sepeda motor padahal umur anaknya belum mencapaikan kedewasaan dalam pengendalian diri. Yang sering terjadi adalah membahayakan orang lain, ketempat yang seharusnya dilarang, sering pulang malam dan hal-hal negatif  lainnya. Apakah dengan mengasihi semua keinginannya itu tanda sayang? Justu kitalah yang menyebabkan anak kita menjadi tidak bisa diatur karna seringnya kita menuruti kemauannya. Menjadikan pola pikir anak kita, apapun yang mereka minta adalah sebuah keharusan untuk terwujud langsung jika tidak maka anak akan berlalu diluar kendalinya seperti perilaku hewan liar. Baik dan buruknya seorang anak adalah bagaimana orang tua mendidiknya.

Ada beberapa orang yang keinginanya terkabul hampir semuanya karna Allah SWT. Kita melihat orang-orang itu hidup dengan hampir kesempurnaan. Hartanya berlimpah dimana-mana, dikenal namanya di seluruh dunia, banyak mendapatkan kebahagian dari orang sekitarnya dan lain sebagainya. Tapi apakah Allah mengasihinya karna sayang? Justru itu ujian yang begitu berat yaitu dia harus mengasihi sebagian hartanya untuk orang yang tidak mampu setiap harinya. Bagaimana dia menjadi contoh bagi seluruh manusia yang mengidolakannya. Bila orang itu memberikan contoh baik dan penggemarnya mengikutinya maka mendapat balasan kebaikan. Namun bila orang itu memberikan contoh yang tidak baik dan ikuti oleh penggemarnya, malah dia akan menanggung dosa penggemarnya.

Allah SWT mengetahui apa yang baik bagi diri kita dan sebaliknya. Dia mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan makhluk-Nya. Perhatikanlah apa yang sudah Allah SWT berikan kepada kita sampai dengan hari ini kita bisa terus hidup dan memberikan petunjuk kepada kita agar berhasil melewati masalah. Bagi orang-orang beriman hidup dengan kesederhanaan jauh lebih baik. Dengan kita banyak memberi dalam keadaan senang dan susah. Tidak mungkin bagi Allah SWT apabila sayang dengan kita lalu memberikan keinginan kita tersebut malah keinginan kita itu menghancurkan kehidupan kita.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Tiada dosa bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh dalam apa yang telah dimakan mereka dahulu asalkan mereka bertakwa dan beriman dan beramal saleh, kemudian mereka semakin bertakwa dan berbuat kebaikan. Dan, Allah swt. mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."[QS.Al-Maidah:94]

Allah SWT memberikan keinginan kita jika kita akan membutuhkannya. Diberikan secara bertahap apabila kita sudah bisa bertanggung jawab. Sangat indah rencana Allah SWT dalam memberikan yang terbaik untuk hamba-hambanya yang sabar dan selalu bersyukur. Jika keinginan kita tidak juga terwujud mungkin Allah SWT sayang sama kita karna keinginan kita itu tidak baik buat diri kita atau akan menjadi bencana buat kita. Mungkin juga belum saatnya kita memiliknya. Yang patut kita harapkan adalah Allah SWT mengasihi kita dan menyayangi kita.

Wasalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment