Agama Islam Tidak Mengenal Perayaan Valentine



Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatu


Perayaan bisa disebut sebuah peringatan untuk mengingatkan kembali sejarah yang dianggap sakral yang dibuat karena perintah agama atau budaya secara turun-temurun. Ada yang membuatnya dengan cara sederhana, megah, dan special. Bagi perayaan yang di perintahkan oleh agama itulah adalah wajib dilakukan dengan cara-cara keagamaan, yang berasal dari sang pencipta supaya bertujuan meningkatkan keimanan seseorang. Sedangkan perayaan yang dibuat oleh manusia yang mengedepankan kesenangan, kegembiaraan, keceriaan, kebanggaan, dan kemewahan. Kebanyakan perayaan yang dibuat manusia diisi dengan hura-hura saja.

Ada sebuah perayaan yang bertujuan untuk menujukan kasih sayang kepada seseorang yang dikenal dengan perayaan hari valentine. Dalam agama islam perayaan hanya ada 2 yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Tidak dianjurkan umat Islam mengikuti perayaan lain yang bertentangan dengan

Bawahan Tergantung Pemimpinnya


Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatu

Sebuah perintah harus dilaksanakan karna salah bentuk dari amanah. Yaitu kepercayaan kepada seseorang supaya perintah itu dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ada perintah yang baik, perintah yang tidak disukai, perintah yang menguntungkan, perintah yang merugikan, perintah yang malas dilakukan tapi wajib, perintah yang sulit dilakukan, dan perintah yang tak masuk akal. Apapun perintah itu sebuah suruhan yang wajib kita penuhi atau kita tolak dengan cara yang halus. Ada sebuah hukuman bila perintah itu tidak berjalan dengan baik atau tidak terlaksana. Hukumannya ada yang negatif dan hukuman yang positif.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan telah Kami wahyukan kepada mereka untuk senantiasa mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu mengabdi,”[QS. Al-Anbiya’:73]

Suka Mantri Camping Ground Daerah Bogor Bisa Menjadi Pilihan

Assalamu'alaikum Warahmatuhllahi Wabarakatuh.

Memang sejuk bila berada didaerah puncak. Sekedar melepas kesibukan di perkotaan. Daerah puncak memiliki cuaca yang lebih sejuk dari dataran rendah disekitarnya. Lebih beresiko terkena cuaca hujan lebat dan longsoran tanah. Belum lagi jalan yang menanjak dan berbatu yang memperlambat perjalanan. Untuk itu harus berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan terutama kendaraan pribadi. Tapi itu bukan masalah yang membuat kita datang lagi kesana karna tarikan suasana yang asri nan sejuk. Tarikan nafas yang begitu halus menikmati aroma oksigen-oksigen yang belum terkontamimasi polutan asap pembakaran, kimia, rokok, dan kendaraan. pemandangan yang memanjakan mata setiap kali melihat ke segala penjuru arah.

Alangkah baiknya kita berpergian pada pagi hari supaya tubuh lebih fresh ketika sampai tidak terlalu sore atau malam. Beberapa waktu yang lalu kami sempat berkunjung ke daerah bogor dalam sebuah acara di kampus. Tepatnya di daerah Suka Mantri Camping Ground, Taman Sari, Bogor, Jawa Barat. Kami terbagi dalam 2 kelompok yaitu dengan menggunakan bus dan motor. Saya termasuk yang menggunakan motor bersama teman-teman yang lain. Berikut denah perjalanan.



Melangkahlah Sejauh Mungkin


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Bukan perkara mudah mencapai sesuatu dalam waktu singkat. Sekalipun orang itu sudah merencanakannya dengan sangat matang mungkin bahkan bisa terjatuh juga. Penyebab utamanya memang belum rezekinya atau Allah SWT punya rencana lain. Sadar atau tidaknya seseorang dalam mengambil keputusan yang belum matang untuk berhenti melangkah justru bila maju selangkah atau dua langka lagi dia bisa menggapai impian yang telah diusahakannya. Salah satu faktor yang membuat seseorang bertahan adalah orang-orang yang terkadang membantunya dan selalu memberinya motivasi agar tidak menyerah. Mungkin sebagian orang berkata tidak mungkin tapi usaha yang baik akan selalu berbuah manis.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”[QS.Al Insyirah:1-8]

Jangan Berharap Kepada Sesuatu Yang Bakalan Musnah


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Semua yang berawal dari sebuah penciptaan bakal mengalami kematian dan kehancuran. Entah itu manusia, jin, malaikat, dan penciptaan lainnya. Tidak ada yang bisa menolak datangnya takdir kepada setiap yang bernyawa. Terutama kepada manusia yang dijadikan ciptaan yang terbaik oleh Allah SWT. Sifat yang didatangnya dari manusia seperti lupa, khilaf, marah, dengki, dusta, benci, sombong, takabur, takut, tergesa-gesa, berkeluh kesah, pelit, zalim, lemah dan egois. Tidak pantas seorang manusia berharap kepada manusia lainnya apalagi dengan berlebih-lebihan seakan-akan manusia itu bisa menjamin keselamatan di dunia dan akhirat.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.”[QS.Al Hadid:72]

Bercanda Seperlunya, Pada Batas Yang Wajar


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Dari masa ke masa banyak orang melakukan lelucon atau kejahilan untuk menghibur diri sendiri, teman-teman dan orang disekitar kita. Hal umumnya adalah perkataan yang dibumbui seperti menggoda berlebihan, menyapa dengan nama yang buruk, menertawakan kesalahan orang lain dan segala sesuatu yang bisa merendakan orang lain. Hal lainnya adalah dengan bentuk fisik seperti mencolek, menyenggol, mencubit, memukul dan segala sesuatu yang bisa melukai orang lain. Apapun bentuk candaan itu harus disertai dengan kelembutan, tidak menyinggung hal-hal pribadi, tidak berbohong, tidak berkata kotor, tidak mencela dan meminta maaf sesudah kita melakukannya kepada orang tersebut.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan yang buruk sesudah beriman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”[QS.Al Hujarat:11]

Mengasihi Karna Sayang


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Tak ada yang terindah selain nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada umat manusia disetiap waktunya. Selalu bersyukur kepada-Nya dengan nikmat-nikmat yang datang dan pergi. Nikmat yang datang akan selalu bertambah apabila kita selalu mensyukurinya. Sedangkan nikmat yang pergi akan Allah SWT ganti dengan lebih baik dari pada nikmat itu. Berbaik sangka selalu kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Berbuat sesuatu selalu dengan niat yang baik karna Allah SWT agar hasil yang kita terima menjadi berkah.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah swt. yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya Allah swt. adalah pengawas atas kamu."[QS.An-Nisa:4]

Urusan Ibadah Pandangan Ke Atas


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [QS.Adz-Dzaariyaat:56-58].


Ibadah dalam Agama Islam adalah melakukan segala sesuatu karna mengharapkan ridho Allah SWT untuk mendapatkan keuntungan yaitu pahala yang akan dibawa ke alam akhirat. Tidak benar bila seseorang melakukan ibadah digunakan untuk mencari keuntungan dunia. Apalagi sebagian dari orang-orang Islam yang mengerti ilmu Agama justru berharap uang dari ilmu Agama yang diberikan serta dalam pelaksanaan dakwah/menyiarkan Agama Islam. Sungguh sangat berdosa apabila ilmu Agama Islam di komersilkan untuk mencari keuntungan dan menambah hartanya dari menjual Ilmu Agama untuk materil dunia. Nauzubilah.


Bakat Alami dan Kerja Keras


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Sebelum pembentukan janin di didalam rahim, sel sperma dari ayah kita mengeluarkan jutaan sel spema yang salah satunya adalah kita. Dalam perjalanan banyak yang mati dan sedikit yang bersaing untuk sampai lebih dulu ke sel telur ibu. Yang tercepatlah dan terpilih yang dapat bersatu dengan sel telur. Peluang kita lahir sangatlah kecil di karenakan hanya sperma yang beruntung yang bisa membuahi sel telur. Tidak alasan seseorang untuk tidak berjuang dalam kehidupan ini. Karena sebelum kita dilahir ke dunia ini, kita sudah ditakdirkan berjuang hidup untuk mengalahkan pesaing-pesaing sel sperma yang lain. Setelah itu terbentuknya janin dalam rahim ibu kita. Barulah kita lahir kedunia dengan fitrah kita sebagai manusia yang suci.

Semua orang di dunia ini dilahirkan dengan keunikannya masing-masing. Ada beberapa orang yang dilahirkan dengan bakat khusus yang jarang dimiliki orang. Mereka yang memiliki bakat khusus ini adalah orang-orang hebat dalam profesinya. Seperti contoh ; ilmuan, penemu, atlet, seniman, indigo, dan orang-orang yang bisa dilihat bakatnya sejak dari ke kecil. Mereka yang memiliki bakat yang terpedam dan lebih memilih bekerja seperti biasa Sebagian orang-orang ini diakui oleh dunia sebagai orang yang cerdas dalam bidangnya masing-masing. Semakin mereka melatih bakatnya semakin hebat pula kemampuannya. Peluang mereka sukses lebih besar dibandingkan orang-orang biasa pada umumnya.

Bahagia Itu Cukup Dengan Bersyukur


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Setiap manusia memiliki keinginan untuk menikmati hidupnya dengan berbagai banyaknya cara yang mereka dilakukan. Pada dasarnya manusia memiliki ambisi untuk memiliki segalanya dalam hidup ini. Hidup yang tenang, kemewahan, kesempurnaan, dan kebahagian. Tidak akan merasa puas walaupun banyak kenikmatan yang diperoleh. Setiap kenikmatan hidup yang datang maka kita akan mengharapkan lebih dari yang sebelumnya sebaliknya jika kekurangan hidup yang datang seolah-olah kenikmatan ada pada kita saat ini terabaikan begitu saja.

Tak banyak orang tau bahwa kebahagian itu datang dari hati yang mau menerima apapun yang datang di kehidupan kita. Kadang seseorang merasa iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain dan sebaliknya ada seseorang ingin memiliki apa yang kita punya. Padahal kenikmatan hidup itu sama seperti air yang mengalir di sungai kadang kita merasa sangat rendah bila dibandingkan dengan air terjun dan air terjun akan terlihat betapa rendahnya dengan air hujan. Pada akhirnya air atau kehidupan ini akan bermuara pada satu tempat terakhir yaitu laut atau kematian.

Guru dan Murid



Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Semua manusia di dunia ini pasti mempunyai guru yang memberikan pencerahan akan suatu pelajaran yang belum kita mengerti dan membantu mempelajari lebih dalam lagi pelajaran tersebut. Pelajaran akan berjalan lancar apabila guru dan murid bersama-sama membahas pelajaran dengan perjanjian yang disepakati keduanya. Jika guru menerangkan maka murid mendengarkan dengan tenang dan bila murid tidak mengerti apa yang guru terangkan maka seorang guru harus mencari cara yang sederhana agar muridnya dapat mengerti. Ilmu pengetahuan sangatlah penting bagi kemajuan suatu bangsa yaitu lewat guru dan wajib bagi seorang guru memberikan semua ilmu yang dimiliki kepada muridnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Tidak sepatutnya bagi orang-orang mukmin itu pergi semuanya ke medan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap firqah (daerah/suku) diantara mereka serombongan orang yang memperdalam ilmu pengetahuan, agar dapat memberi peringatan (pembaharu) kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepada mereka agar mereka dapat menjaga diri”[QS.At-Taubah:122]

Kakak dan Adik


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Setiap orang ingin berkeluarga dan ingin mempunyai keturunan dari anak kandungnya sendiri. Setiap seorang anak ada yang ditakdirkan memiliki kakak dan adik kandung. Bagi seorang kakak yang memiliki adik haruslah menjadi pemimpin serta contoh yang baik bagi para adik-adiknya, mengajarkan adiknya untuk berbakti kepada orang tuanya dan menjaga adik-adiknya dari bahaya. Sedangkan seorang adik haruslah hormat terhadap kakaknya yang lebih dulu lahir, membantu kakaknya untuk berbakti kepada orang tua, dan mengkritik dengan sopan jika kakaknya salah dalam mengambil tindakan.


Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :

"Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian, dan bertakwalah kalian kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat. "[QS.Al-Hujurat: 10]

Belajar Dari Pengalaman Diri Sendiri dan Orang Lain


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu 

Hidup ini adalah ujian yang terus berjalan sampai kiamat. Banyak kejadian-kejadian dalam hidup yang bisa dijadikan pelajaran untuk lembaran baru yang kita mulai setiap harinya. Selalu ada masalah-masalah yang kita hadapi, lalui, dan selesaikan setiap saat. Apabila kita telah melawati ujian itu maka akan jadi pengalaman dari hidup kita untuk masalah-masalah yang akan datang lagi atau menyelesaikan masalah-masalah orang lain. Karna itulah kita membutuhkan pengalaman yang sudah pernah kita lewati atau kita lihat dan belajar dari orang-orang yang sudah punya pengalaman lebih dari kita agar setiap masalah-masalah yang datang silih berganti, agar kita dapat menghadapinya dengan mudah, tenang, dan cepat dalam waktu yang singkat.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."[QS.Al-Insyirah:1-8]

Pentingnya Sebuah Nama


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Nama itu adalah do'a dan harapan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Mungkin orang tua memberikan nama kepada anaknya berharap nanti anaknya menjadi penghafal qur'an, ulama, pengusaha, dokter, proofesor, insinyur, guru, dan kebanggaan hebat lainnya. Setiap waktu orang tua menginginkan supaya anaknya menjadi anak yang taat beribadah, berbakti kepada orang tua, sukses dan berguna bagi masyarakat. Maka dari itu nama itu adalah anugerah terindah setelah kasih sayang orang tua.

Tapi kebanyakan orang memanggil seseorang dengan nama sebutan, nama panggilan, nama tongkrongan, nama populer, nama julukan, nama merendakan, bahkan nama binatang sekalipun kepada saudaranya, temannya, dan sahabatnya. Padahal itu suatu penghinaan terhadap orang tuanya yang sudah memberikan nama yang didalamnya ada do'a bagi anaknya. Mungkin bagi kita biasa saja memenggil dengan nama itu dan beberapa orang yang kita panggil juga biasa saja. Tapi ada orang diberikan nama bagus malah kita panggil dengan panggilan yang jelek yang membuat orang itu merasa terganggu, merasa rendah dirinya, merasa sedih, bahkan sakit hatinya atas panggilan nama yang kita berikan kepadanya.

Tidak Ada Alasan Meninggalkan Sholat Wajib


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Kewajiban paling utama seorang muslim dalam kitab suci Al-Qur'an adalah Ibadah Sholat 5 waktu, Isya, Subuh, Dzuhur, Ashar, dan Magrib. Masing-masing sudah ditentukan waktunya dengan melihat pergerakan siang dan malam. Apabila urusan Ibadah Sholat 5 waktu yang kita jalani dengan sempurna maka urusan yang lain pun dapat terselesaikan dengan baik. Entah itu urusan dunia ataupun kelak nanti urusan akhirat. Prakteknya pun harus ikhlas hanya karna Allah SWT. Barulah kita berusaha dengan apa yang kita usahakan di dunia ini setelah mengutamakan Ibadah Sholat 5 waktu.

Ibadah sholat merupakan cara kita mendekatkan diri dan senantiasa mengingat Allah SWT disetiap waktu kita dalam keadaan susah maupun senang. Ibadah Sholat juga merupakan kebutuhan jasmani dan rohani karna manfaat bagi tubuh kita serta meningkatkan keimanan dalam hati kita kepada Allah SWT. Sehingga kita tidak pernah takut dalam keadaan apapun atau kepada siapapun kecuali kepada pencipta-Nya yaitu Allah SWT. Jangan kita tinggalkan Ibadah Sholat dalam keadaan susah dan sulit sekalipun seperti dalam perjalanan, di saat kebanjiran, dalam masalah sesulit apapun, ketika kita ketiduran lalu kita bangun langsung Sholat dan mengqodho Sholat yang ketinggalan atau apapun itu karna pahala yang kita dapatkan akan jauh lebih banyak dari pada dalam keadaan biasanya.

Menjadi Manusia Adalah Pilihan Kita


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Semua ciptaan-Nya bisa hidup dan berbicara jika Dia mengijinkan-Nya. Entah itu matahari, bulan, bintang, tumbuhan, hewan, apapun ciptaan-Nya. Sekalipun buatan manusia seperti meja, kursi, patung, rumah, apapun itu bentuk benda mati jika Allah berkehendak maka dia bisa hidup dan berbicara atas kuasanya. Berhati-hatilah apabila kita merusak ciptaan-Nya, tidak merawatnya, tidak berlaku adil, dan sombong dengan apa yang kita punya karena tanpa alam ini kita tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Sebagian dari mereka bisa menjadi saksi atas apa yang diperbuat oleh manusia. Subhanallah.

Semua ciptaan-Nya yang hidup atau tak hidup telah bersaksi bahwa "Tiada Tuhan Selain Allah" tapi Allah SWT tidak menguji mereka kecuali Jin dan Manusia. Mereka diberikan amanah oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya dan mereka sanggup memenuhi kewajiban itu tapi mereka tidak di uji seperti Jin dan Manusia. Mereka tidak mau di uji karena mereka tau setiap ujian memiliki kesulitan dalam menjalaninya. Apabila kita mendapat nilai terbaik maka kita akan berhasil lalu mendapat hadiah yaitu surga. Sebaliknya jika mendapat nilai buruk maka kita akan gagal lalu kita mendapat hukuman yaitu neraka, Nauzubilah.

Maha Kitab Adalah Al-Qur'an

                            

Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Tidak ada kitab di dunia ini yang menjelaskan tentang Sang Pencipta yaitu Allah SWT, sejarah orang terdahulu, ilmu pengetahuan, tujuan hidup, petunjuk umat manusia, perihal ibadah, pengajaran aqidah dan akhlak yang baik, persoalan-persoalan hidup, obat hati, hukum dunia dan akhirat, kehidupan setelah mati, dan macam-macam alam yang diciptakan yang dalam satu buku kecuali kitab suci Al-Qur'an. Kitab suci Al-Qur'an yang berisi firman Allah SWT 100%, karena tetap terjaga keasliannya dari zaman Nabi Muhammad SAW, sekarang, dan sampai hari kiamat karena janji Allah SWT dalam ayat Al-Qur'an. Tidak ada satupun kitab di dunia yang bisa menyamai atau setara dengan Al-Qur'an karena kitab ini bukan buatan manusia tapi buatan Allah SWT.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya."[QS.Al-Hijr:9]

Nikmat Terbesar Adalah Iman dan Islam


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Nikmat-nikmat di dunia ini adalah sebagian kecil dari nikmat surga. Tapi bedanya bersifat sementara, seperti 1 atau 2 tetes air yang jatuh kedalam tanah yang perlahan mengering. Bagi kebanyakan orang, nikmat yang berharga adalah harta, makanan, minuman, cinta, kasih sayang, ketampanan, kecantikan, kesehatan dan semua kenikmatan dunia yang bersifat umum. Oleh karna itu, kebanyakan orang memandang nikmat Iman dan Islam hanyalah nikmat yang paling kecil dari semua nikmat yang ada. Padahal apabila kita memahaminya di sisa umur kita, maka kita akan bersyukur sebanyak-banyanya, karena Allah SWT telah memberikannya tanpa kita meminta kepada-NYA.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”[QS.Al-Maa'idah:3]

Cinta Datang Karena Terbiasa


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Cinta diberikan untuk mengasihi sesama. Karena sering melakukan suatu hal bersama dengan seseorang membuat kita terbiasa sehingga menimbulkan cinta. Pada dasarnya cinta itu memberi bukan menerima balasan dari yang kita berikan kepada sesuatu hal. Bisa juga dengan benda-benda yang kita punya. Apabila kita kehilangan seuatu hal yang kita cintai maka kegundahan hati yang tertinggal di dalam hati. Seperti hal orang tua cinta kepada anaknya tanpa mengharapkan akan balasan cinta dari anaknya. Memberikan kasih sayang, kenyamanan, kepercayaan, pengorbanan, pengabdian, ketulusan memberi, kebahagian, sebagai bentuk dari cinta. Tapi apakah kita mencintai Allah SWT dan Rasulnya?

Cinta bukan berarti hanya diberikan kepada sang pujaan hati tapi dalam arti yang lebih luas yaitu mencintai karena Allah SWT dan Rasulnya. Memang sulit mencintai kalau tidak suka dengan hal itu dan tidak terbiasa akan suatu hal. Kebanyakan orang mencintai karena dari penampilan atau dari hal yang nampak apapun yang kita sukai terkadang menimbulkan cinta. Jika ada yang tidak sejalan dengan apa yang kita mau terhadap orang yang kita cintai, maka cintapun hilang seketika.

Jodoh Cerminan Diri Sendiri



Assalamu'alaikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Lawan jenis yang pernah datang di kehidupan kita adalah sebuah ujian bagi diri kita dan mungkin menjadi sejarah yang tak pernah terlupakan. Bahasanya disebut dengan 'pacaran'. Pacaran bukan menjadi pokok dalam mencari jodoh. Pacaran hanya sekedar memadu kasih tanpa ikatan suci pernikahan. Sebagian lawan jenis yang kita temui dan yang kita sempat memiliki, hanyalah gambaran pasangan hidup yang mungkin nantinya kita akan memilikinya di masa depan. Tidak peduli berapa banyak kita berganti pasangan, namun hanya sedikit pasangan yang serius untuk menikah yang pada akhirnya membangun rumah tangga sampai hari tua. Mencari jodoh bukan ajang untuk coba-coba atau perlombaan bergengsi.

Banyak sekali orang yang mencari pasangan dengan berpacaran agar dapat menemukan pasangan yang tepat bagi dirinya. Salah satu alasannya adalah saling menyukai satu sama lain. Tapi efek dari pacaran akan menimbulkan kebosanan dan rasa tidak nyaman kepada pasangan seiring berjalannya waktu. Pada kenyataannya, banyak pasangan yang memilih pacaran namun gagal pada akhirnya. Rasa yang tertinggal hanya dosa, kekecewaan dan penyesalan yang berharap semuanya tidak pernah terjadi. Kerap kali pacaran hanya mempertemukan bukan untuk mempersatukan. Tak sedikit mereka yang berpacaran yang pada akhirnya menjadi tamu diacara pernikahan masing-masing. Maka dari itu, marilah kita belajar untuk menjadi orang yang selalu menjaga diri agar menjadi orang yang lebih baik dari orang-orang yang pernah hadir di hidup kita. Buatlah dirimu pantas dinikahi bukan untuk dipacari.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”[QS.An-Nisaa:1]

Hidayah Tumbuh Perlahan Dalam Hati



Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu

Semua makhluk hidup berawal dari satu inti sel. Kemudian sel-sel itu berkembang biak menjadi banyak menjadi suatu yang makhluk yang lain. Pada tanaman dimulai dengan bibit yang disebar di tanah lapang lalu tertanam di tanah kemudian mulai tumbuh akar, batang, dan daun. Tanaman itu akan tumbuh perlahan-lahan menjadi lebih besar lalu berbunga dan berbuah. Perawatan yang baik akan membawanya tumbuh menjadi tanaman yang indah dan berguna.

Begitupun dengan manusia mendapat hidayah. Hidayah datang tidak begitu saja kepada manusia. Ada yang melalui proses cepat dan lambat. Bagaimana kita seorang muslim dalam berdakwah hanya menyebar bibit-bibit hidayah tapi kita tidak bisa menjamin bibit itu akan tumbuh dan berkembang. Tapi ketika seseorang ingin mencari petunjuk akan kehidupan ini dan kemana kita di kehidupan selanjutnya pasti bibit-bibit hidayah itu tumbuh perlahan dengan kuasa Allah SWT. Semuanya tergantung pada Allah SWT.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam) tidak dapat memberikan hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberikan petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Dia yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang mau menerima petunjuk”[QS.Al-Qashash:56]

Tidak Ada Tempat Bersembunyi



Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.


Tidak ada satu pun tempat di alam dunia yang luput dari pengawasan Allah SWT. Dialah sang pencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Dia tidak membutuhkan bantuan untuk menciptakan segala sesuatu cukup dengan kalimat "jadi, maka jadilah". Pengawasa-Nya tidak terbatas tidak seperti makhluk ciptaannya ataupun alat ciptaan manusia. Didalam dasar laut paling dalam ataupun didalam tanah paling dasar walaupun tempat itu bertindih-tindih saling menutupi tetap Allah SWT Maha Melihat dan senantiasa memberikan karunia-Nya dimanapun makhluknya berada.

Semua ciptaan-Nya berada dalam pengawasan-Nya setiap saat. Begitupun setiap rizki makhluknya telah ditentukan ketetapannya masing-masing. Bila kita semakin dekat dengan-Nya, lalu sebagian rizki kita di amalkan secara cukup, maka rizki itu ditambah berlipat ganda. Tidak ada makhluk di dunia ini merasa kelaparan kecuali orang-orang yang berkecukupan dan pemerintah negara membiarkan mereka kelaparan. Mereka di beri tanggung jawab menjalankan perintah Allah SWT untuk berlaku adil, tapi mereka tenggelam dengan kemewahan dan berlomba-lomba menambah hartanya. Maka diakhirat kelak mereka tidak mendapat balasan kecuali balasan siksa neraka.

Yang Tidak Terlihat Bukan Berarti Tidak Ada


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Mahkluk ciptaan-Nya yang sempurna adalah manusia. Dengan datangnya malam setelah siang menjadi pertanda waktu yang kita miliki terus berkurang setiap harinya. Bagaimana semua yang ada di dunia ini ditundukan kepada manusia untuk digunakan dan yang lainnya untuk dimakan. Kita lahir dalam keadaan lemah dan menjelang maut juga dalam keadaan lemah. Bagi orang-orang yang dipanjangkan umurnya lebih dari 60 tahun atau kakek dan nenek kita, semua yang ada pada tubuhnya mulai melemah seperti dikembalikan ke awal kita lahir kedunia dalam keadaan lemah pula. Tidak bermanfaat umur panjang itu kecuali bertasbih siang dan malam dalam mengingat Allah SWT. Lihat bagaimana semua ada di di dunia ini ditundukan seperti halnya matahari dan bulan serta planet lainnya dalam orbitnya masing-masing. Apakah tidak ada yang mengaturnya? Kebayakan orang-orang tidak memikirkan tanda-tanda itu.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan."[QS.Al-Baqarah:164]

Masa Dahulu dan Masa Sekarang


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Semakin maju perkembangan zaman, maka semakin berkembang kebudayaannya. Pengetahuan akan semakin maju terus, juga di dukung dengan kecangihan teknologi. Banyak kejadian-jadian masa lalu banyak terungkap di abad 20 ini. Banyak kota yang hancur akibat ulah penduduk-penduduknya. Bencana-bencana yang dahsyat seperti air bah kepada kaum Nabi nuh as yang zalim. Semuanya ada di Al-Qur'an supaya menjadi pembelajaran kepada genarasi selanjutnya.

Di zaman dulu banyak orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural. Kebanyakan dilakukan dengan sihir. Perilaku-perilaku orangnya sudah melampaui batas kewajaran. Banyak para Nabi dan Rasul memperingatkan kepada mereka dan hanya beberapa orang yang mau mendengarkan. Setelah zaman Nabi Muhammad SAW, penutup para Nabi juga terakhir semua peradaban berubah maju. Semua bentuk kemusyrikan di hilangkan, diajarkan ahklak mulia, mengajarkan kebaikan dan mencegah keburukan, dari zaman kebodohan menjadi zaman kemajuan akal.