Pantai Sawarna Yang Tak Boleh Terlewatkan


Assalamua'laikum Warahmatulahi Wabaraakatu.

Ada sebuah pepatah mengatakan; laut tidak akan pernah meninggalkan pantai. Salah satu nikmat alam yang luar biasa dari Allah SWT yang mencipatakan segala sesuatunya dengan berpasang-pasangan dan secara seimbang antara ciptaan yang satu dengan ciptaan yang lainnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah."[QS.Al-Mulk:3-4]

Berbagi pengalaman saja, saya dan beberapa teman-teman saya mengunjungi sebuah pantai yang bertempat di daerah banten yaitu pantai sawarna. Pantai sawarna sendiri masuk dalam daerah banten terletak di bayah banten. Kami berangkat dari daerah rumah kami yaitu Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada jam 06.00 pagi kurang lebih kami berangkat dan sampai disana sekitar 05.30 sore, hampir 12 jam kita sampai pantai sawarna. Lamanya kami sampai karna sempat beberapa kali istirahat, isi bensin, makan, sholat, serta berkunjung ketempat saudara teman saya di daerah sukabumi untuk bersilaturahmi dan sempat beberapa orang tidur karena lelahnya perjalanan menggunakan sepeda motor. Bila mengikuti denah lokasi bisa dilihat dibawah ini:





Salah satu tantangan menggunakan sepeda motor ketika kami beberapa kali melewati bukit demi bukit didaerah sukabumi sampai perjalanan ke pantai sawarna. Disitulah kami mengalami kelelahan saat medan perjalanan menanjak dan berbelok-belok. Hal tersebut haruslah diperhatikan dalam mengemudikan kendaraan pribadi. Karna sempat ada pengemudi sepeda motor yang terjatuh karna motornya tidak kuat menanjak. Serta siapkan uang recehan untuk mengasih orang-orang kampung disana yang suka meminta dijalan, karna beberapa kali dari kami ada yang ingin diberhentikan tepatnya dalam memasuki daerah bayah banten yang sedikit perjalanan lagi sampai sawarna. Berikut foto-foto saat diperjalanan:










Kami sampai disana sore hari dengan tiket masuk ke lokasi adalah 5.000 per orang. Kami menginap disana dengan menyewa saung semalam dengan harga 100.000 kurang lebih. Sesampai dipantai rasa lelah kami terbebaskan dengan pasir dan ombak yang cukup tinggi langsung dari samudra hindia. Pada malam harinya beberapa dari kami ada yang beristirahat dan ada yang berjalan-jalan menyusuri pantai dan berkumpul sambil bernyanyi-nyanyi dipinggir pantai. Berikut foto-foto saat dipantai sawarna di sore hari dan malam hari:







                       




Paginya kami mulai berkeliling untuk berfoto-foto sampai ke tujuan karang-karang yang terkenal di pantai sawarna yang disebut karang hawu. Sehabis berfoto-foto barulah kami berenang bersama ombak-ombak yang menantang adrenalin. Berikut foto-foto di pantai sawarna saat kami berkeliling pada pagi hari:













Puas jalan-jalan dan berfoto-foto, barulah kami ke saung untuk berganti pakaian lalu melanjutkan ke pantai untung berenang dengan cuaca yang cerah. Hari itu adalah hari sabtu pagi, pengunjung lebih banyak datang dari malam hingga siang hari adalah puncaknya para pengunjung yang datang ke pantai sawarna. Berikut foto-foto saat berenang bersama ombak-ombak di pagi hari:
















Itulah beberapa pangalaman di pantai sawarna di masa muda yang masih memiliki kemampuan melakukan apapun yang disukai tapi jangan melalaikan ibadah kita kepada Allah SWT. Semoga menambah destinasi anda untuk berlibur ke pantai sawarna yang hanya di negara tercinta yaitu Indonesia.


Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

No comments:

Post a Comment